Hidayatullah.com—Program acara bincang-bincang yang digelar oleh stasiun televisi milik kelompok Syiah Hizbullah di Libanon hari Jumat nyaris berubah menjadi ring tinju, menyusul pertikaian di antara kedua pembicara.
Dilansir Al-Arabiya (9/2/2013) dua orang pria yang hadir dalam acara itu terlibat adu opini, memperdebatkan krisis Suriah. Salem Zahran, direktur Media Focal Center (Irtikaz) merupakan pendung setia rezim Suriah pimpinan Bashar al-Assad. Sedangkan Assad Bishara, seorang penulis dan jurnalis politik dari koran Libanon Al-Jumhuriya bersikukuh berpendapat Bashar al-Assad harus turun dari jabatannya.
Pembicaraan yang disiarkan langsung oleh Al-Manar TV itu semakin panas saat obrolan sampai pada potensi perpecahan di Libanon sebagai imbas dari konflik di Suriah.
Zahran menuding Bishara bekerja sebagai mata-mata untuk Israel dan menyebutnya “bodoh.”
Bishara membalasnya dengan hinaan terhadap Zahran dan keluarganya.
Tidak terima dengan balasan Bishara, Zahran beranjak dari kursinya dengan berang seraya mencela Bishara dan menyiramkan segelas air ke arah wajah jurnalis itu.
Pemandu acara Imad Mirmil berusaha melindungi Bishara dari amukan Zahran yang kembali menyiramkan air. Beberapa detik kemudian Al-Manar menghentikan siarannya.
Setelah beberapa menit talk show itu kembali disiarkan, Mirmil berhasil mendamaikan keduanya, acara itu ditutup dengan jabat tangan Zahran dan Bishara setelah dibujuk oleh pembawa acara.
Acara bincang-bincang Hadits al-Sa’a itu salah satu program televisi yang cukup populer di Libanon.*