Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

10 Tahun Invasi AS: Sisakan Warisan Masalah di Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2013 08:24 8:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2013 08:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sepuluh tahun setelah invasi pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) ke Iraq, 19 Maret 2003, mungkin tidak bisa dengan mudah menyimpulkan bahwa kondisi di Iraq sudah lebih baik dibanding di zaman pemerintahan Saddam Hussein.

“Sampai sekarang agak susah dikatakan lebih baik atau tidak, tapi yang jelas secara umum, khususnya di kota Baghdad, kehidupan normal. Jadi masyarakat dan juga lembaga permerintah berjalan seperti biasa walau terjadi krisis politik dan sering terjadi ledakan,” tutur Musthafa Abdul Rahman, pengamat Timur Tengah yang berulang kali meliput ke Iraq dikutip BBC.

Mungkin sedikit lebih mudah untuk memastikan bahwa Iraq kini memiliki dasar yang lebih demokratis untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Pemerintah berfungsi di bawah Perdana Menteri, Nuri al-Maliki yang Syi’ah, sementara kekerasan -walau masih terjadi- jauh berkurang dibanding pada masa-masa puncak dulu.

Keamanan Iraq juga kini sepenuhnya berada di tangan warga Iraq, setelah pasukan Amerika Serikat mundur pada tanggal 31 Desember 2011.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bahkan Iraq sudah menjadi tuan rumah dalam perundingan internasional tentang program nuklir Iran, pada Mei 2012 lalu.

Para pemimpin Liga Arab juga menggelar pertemuan di Baghdad untuk membahas rencana perdamaian Suriah

Iraq bukan saja bertanggung jawab atas keamanan warganya, namun tanggung jawab untuk para tamu-tamu penting.
Belum stabil

Bagaimanapun agaknya masih terlalu dini jika menempatkan Iraq hingga pada masa awal 2013 sebagai sebuah negara yang stabil sepenuhnya.

Sabtu 16 Februari, misalnya -atau tiga hari menjelang peringatan 10 tahun invasi Iraq- salah seorang perwira intelijen senior Iraq tewas dalam serangan bunuh diri.

Laporan-laporan menyebutkan Direktur Akademi Intelijen Iraq, Brigadir Jenderal Awni Ali, tewas bersama dua pengawalnya di Mosul, Iraq utara.

Bulan lalu, seorang anggota parlemen Iraq dari partai oposisi yang tewas karena serangan bom di Fallujah, Provinsi Anbar.

Seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya saat mendekati Eifan Saadoun al-Issawi -yang merupakan umat Sunni dan anggota parlemen dari kubu oposisi. Dia tewas bersama dua pengawalnya.

Sementara korban warga sipil juga tetap berjatuhan. Masih pada bulan Februari, serangkaian bom menyerang daerah-daerah yang mayoritas penduduknya Syi’ah dan menewaskan sedikitnya 29 orang.

Bulan Januari, 16 orang tewas dalam serangkaian serangan bom di Baghdad dan puluhan lainnya terluka.

Krisis politik

Sementara itu di panggung politik, Iraq sedang mengalami krisis yang dipicu oleh ketegangan antara umat Sunni dan Syi’ah yang tampaknya makin meningkat menjelang pemilihan parlemen yang akan digelar Bulan Maret mendatang.

“Beberapa pekan ini kan Iraq sedang menghadapi krisis politik, persoalan internal yang masih belum selesai,” jelas Musthafa Abdul Rahman.

Hari Jumat, 15 Februari, umat Sunni menggelar aksi unjuk rasa di berbagai kota di Iraq untuk menentang yang mereka sebut sebagai perlakuan tidak adil dari pemerintahan yang didominasi oleh umat Syi’ah.

Unjuk rasa warga Sunni ini sudah berlangsung sejak Desember lalu, antara lain menuntut agar Perdana Menteri Nouri al-Maliki mengundurkan diri.

Seorang pemimpin masyarakat Sunni di Provinsi Anbar bahkan mengancam akan menyerang tentara setelah tewasnya lima pengunjuk rasa umat Sunni karena ditembak tentara.

Sementara itu mantan wakil presiden Iraq, Tariq al-Hashemi -yang berasal dari kelompok Sunni- sudah dijatuhi hukuman mati secara in absentia.

Al-Hashemi -yang kini mengungsi ke Turki- dituduh memiliki hubungan dengan sebuah kelompok yang melakukan kekerasan di Iraq.

Dan masih tidak terlihat tanda-tanda bahwa konflik Sunni-Syiah di Iraq akan bisa diselesaikan dalam waktu dekat.

“Sampai sekarang belum ada yang menjembatani keduanya. Siapa tokoh Iraq yang bisa menjembatani krisis politik saat ini?” tambah Musthafa Abdul Rahman.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tata Tertib NU dan Muhammadiyah Melarang Orang Liberal Menjadi Pengurus
Tulisan selanjutnya said aqil tentang kepres minuman keras KH Said Aqil Minta Hakim Membenahi Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?