Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Klaim Bunuh Seorang Tokoh Senior Al-Qaeda Mali

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Maret 2022 07:16 7:16 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Maret 2022 07:16
Bagikan
Seorang tentara Prancis di Mali.
Bagikan

Hidayatullah.com–Tentara Prancis mengatakan pihaknya telah membunuh seorang tokoh senior Al-Qaeda dalam operasi militer di Mali bulan lalu.

Yahia Djouadi — juga dikenal dengan nama Abu Ammar al-Jazairi — tewas pada pada malam 26 Februari, kata Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Senin (7/3/2022) seperti dilansir AFP.

Operasi militer “anti-jihadis” itu dilakukan sekitar 100 kilometer arah utara dari Timbuktu, imbuhnya.

Djouadi — seorang warga negara Aljazair — disebut sebagai “pemimpin senior” dari al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM), yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan urusan “keuangan dan logistik”.

Tentara Prancis mengatakan dia terlacak berada di Mali di daerah yang dikenal sebagai tempat “perlindungan” kelompok itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dia dinetralkan (dibunuh, red) dalam intervensi darat, dibantu oleh helikopter pengintai dan penyerang serta dua drone Prancis,” kata pernyataan itu.

Kematiannya “sekali lagi melemahkan pemerintahan al Qaeda” di Mali, kata pemerintah Paris, dengan menyebut misi itu sebagai “keberhasilan taktis yang signifikan”.

Pembunuhan Djouadi terjadi ketika negara-negara Eropa telah setuju untuk menarik pasukan militer dari Mali, menyusul permintaan dari junta militer yang saat ini menguasai negara itu.

Prancis setuju untuk menarik sekitar 2.400 serdadunya secara total dari wilayah Sahel tetapi mengatakan “tetap berkomitmen” untuk mendukung upaya-upaya pemberantasan teroris di Afrika Barat, di mana faksi-faksi lokal Al-Qaeda dan yang disebut sebagai IS masih aktif.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Qaedamalioperasi militerPrancisTimbuktu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya persiapan menyambut ramadhan Persiapan Menyambut Ramadhan
Tulisan selanjutnya Stabilitas Emosi Perempuan Lebih Tinggi di Tempat Kerja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?