Hidayatullah.com—Pemerintah Albania mengatakan negaranya menawarkan suaka bagi 210 anggota oposisi Iran yang saat ini berada di bekas pangkalan militer Amerika Serikat dekat Baghdad.
Perdana Menteri Sali Berisha mengumumkan hal itu hari Sabtu (16/3/2012) setelah bertemu dengan asisten menteri luar negeri AS Barbar Leaf, utusan PBB di Iraq Martin Kobler dan para pejabat lainnya. Dia mengatakan, tawaran suaka tersebut diajukan dengan alasan kemanusiaan, lansir Associated press.
Pemerintah Iraq sangat ingin para anggota Mujahidin-e-Khalq (MEK) itu, kelompok oposisi yang melakukan pembunuhan atas sejumlah tokoh penting dan pemboman di Iran. Kelompok ini ikut berperang bersama pasukan Saddam Hussein dalam perang antara Iraq dan Iran.
PBB mengatakan, lebih dari 3.000 anggota Mujahidin-e-Khalq saat ini tinggal di bekas pangkalan militer AS di dekat ibukota Baghdad dan menolak untuk meninggalkan Iraq.*