Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Abu Qatada Dideportasi ke Yordania

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juli 2013 12:43 12:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juli 2013 12:43
Bagikan
Abu Qatadah dan istrinya saat berada di Inggris, 2012.
Bagikan

Hidayatullah.com—Dai kelahiran Palestina yang dituduh terkait tindakan teror telah tiba di Amman, setelah melewati persidangan deportasi selama 10 tahun di Inggris negara tempatnya bermukim.

“Abu Qatada mendarat di Bandara Marka di Amman timur,” kata seorang pejabat pemerintah Yordania kepada AFP secara anonim.

“Dia didampingi oleh pengawal dari Inggris dan Yordania, yang kemudian menyerahkannya ke jaksa penuntut bidang keamanan negara,” imbuh orang itu dikutip AFP (7/7/2013).

Rekaman televisi menunjukkan, dai kelahiran Palestina itu berpakaian jubah putih dan menaiki pesawat sewaan di pangkalan udara RAF Northolt, London barat, sebelum akhirnya lepas landas pada pukul 1:46 GMT.

Deportasi disepakati setelah ada perjanjian bahwa bukti yang didapat dari Abu Qatadah lewat metode penyiksaan tidak akan dipakai untuk memberatkan dirinya dalam persidangan ulang manapun. Kesepakatan itu disetujui pemerintah Inggris dan Yordania bulan lalu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Abu Qatada dideportasi hari ini ke negara asalnya Yordania untuk menghadapi dakwaan terorisme,” kata Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May, yang berusaha mati-matian mendeportasi pria berusia 53 tahun itu.

“Pria berbahaya ini sekarang sudah disingkirkan dari wilayah kita untuk menghadapi dakwaan di negaranya sendri,” kata May tentang Abu Qatada yang dijuluki seorang hakim Spanyol sebagai tangan kanan Usamah bin Ladin di Eropa.

Inggris sudah bertarung di pengadilan dengan Abu Qatada sejak tahun 2001, namun baru secara formal berusaha mengekstradisinya sejak tahun 2005. Upaya hukum pemerintah Inggris mengusir pria itu keluar dari wilayahnya menghabiskan total dana sekitar US$2,7 juta.

Qatada keluar masuk penjara Inggris sejak penahanannya tahun 2001. Dia dikirim ke penjara terakhir pada bulan Maret karena melanggar syarat pembebasannya dari tahanan. Tahun 1999 dia pernah divonis mati dengan dakwaan melakukan sejumlah serangan, salah satunya terhadap sebuah sekolah Amerika, di Amman, tetapi hukumannya langsung dikurangi menjadi penjara seumur hidup dan kerja paksa. Tahun 2000 dia divonis 15 tahun penjara dengan dakwaan melakukan serangan terhadap para turis di Yordania saat perayaan milenium.

Berdasarkan hukum di Yordania, Qatada akan menjalani sidang ulang saat dia sudah kembali ke negara itu, dengan dakwaan yang dibuat secara in absentia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berburu Sajadah di Pasar Tasik Tanah Abang
Tulisan selanjutnya Akal Manusia Harus Tunduk pada Ketetapan Syara’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?