Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Akal Manusia Harus Tunduk pada Ketetapan Syara’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juli 2013 12:57 12:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juli 2013 12:57
Bagikan
ketika akal terbatas dan tidak bisa menjangkau lagi sebuah pemikiran, maka akal harus tunduk terhadap wahyu
Bagikan

Hidayatullah.com—Kebingungan memahami hakikat ilmu pengetahuan sering nampak dari ungkapan para filosof. John Locke, pernah mengatakan, sumber ilmu ada dua, yaitu indera dan refleksi.  Sementara Imanuel Kant,  mengatakan, sumber ilmu pengetahuan satu, yaitu kesatuan objek dan subjek. 

Demikian salah satu yang disampaikan peserta dalam Seminar Nasional Pendidikan Islam yang diselenggarakan atas kerjasama Universitas Ibn Khaldun (UIKA) – Bogor, Universitas teknologi Malaysia (UTM), dan AQLIC – Jakarta, Sabtu (06/07/2013).

“Sudah satu semester ini saya bingung tentang definisi ilmu yang selama ini dipelajari. Sebetulnya apa sih hakikatnya ilmu dalam filsafat Islam?” tanya seorang peserta seminar. Seorang mahasiswi jurusan filsafat di sebuah univeritas juga menyatakan kebingungan yang sama terhadap hakikat ilmu.

Menurut Adnin Armas MA (pengkaji filsafat Islam yang juga Direktur Eksekutif nstitute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS),  salah satu pembicara dalam seminar tersebut mengungkapkan bahwa kita sebagai umat Islam seharusnya melihat pendapat para filsuf tadi dari perspektif Islam. Ketika membedah filsafat ilmu, maka kita perlu mengetahui apa pandangan Islam mengenai hal itu.

“Karena kalau tidak begitu maka –pikiran- kita akan kacau,” paparnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Di depan hampir seratusan peserta yang hadir, Adnin memaparkan dilema keabsahan sebuah teori. Menurutnya, ketika teori A dianggap sebuah kebenaran, pada masa mendatang akan tergantikan dengan teori B. Tak lama kemudian muncul teori C di mana bisa menganulir teori B. Akhirnya muncul teori D yang menyatakan ketiga teori sebelumnya tidak betul. Serta merta teori D mengubah sebuah kesimpulan menjadi: tidak ada teori yang benar adalah sebuah kebenaran tersendiri.

“Memang benar dengan berpikir, kita sebagai manusia bisa meciptakan sebuah karya. Namun, pemikiran manusia bukanlah satu-satunya yang menjadi acuan,” demikian disampaikan Adnin menjelaskan teori Descartes.

Menurut Adnin, ketika akal terbatas dan tidak bisa menjangkau lagi sebuah pemikiran, maka akal harus tunduk terhadap wahyu. Saat itulah filsafat Islam harus hadir. Selama agama tidak dijadikan dasar, sementara manusia mempelajari ilmu-ilmu umum, maka orang-orang yang mempelajarinya akan terjebak dalam kekeliruan

Scientific Islam

Sementara it,  Dr. Wendi Zarman, membahas masalah sains Islam. Menurut peraih gelar sarjana dan master dalam ilmu Fisika ITB itu adanya penolakan terhadap Islam sebagai bagian dari ilmu karena ada anggapan bahwa kebenaran baru dikatakan sah jika sudah bisa dibuktikan secara empirik.

Dalam pemaparannya, Direktur Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Insan (PIMPIN) Bandung itu menyebutkan, sientific Islam sering terdefinisikan secara keliru.

“Kita suka membenturkan antara science dengan al-Quran. Ada istilah mencocok-cocokkan ayat. Bahwa penemuan ini sesuai dengan ayat atau hadits yang itu,”ulasnya. Doktor bidang Pendidikan dan Pemikiran Islam dari UIKA mengatakan, ketika menjadikan agama sebagai bagian dari ilmu, maka seharusnya penerapannya terintegrasi secara menyeluruh, bukan parsial saja.

Dengan begitu, diharapkan ilmu membuat setiap insan lebih mengenal penciptanya, mengenal Allah.

“Ilmu akan membuat manusia makin mengenal untuk apa ia diciptakan di dunia. ini,” ulasnya. Sebaliknya, jika akibatnya justru membuat kufur, maka ia tidak sampai pada hakikat kehidupan.

Pemikiran dua pembicara sebelumnya, diperkuat oleh tanggapan Dr. Nirwan Syafrin Manurung. Menurut Dosen Pascasarjana UIKA Bogor ini, sekarang masih banyak anggapan bahwa Islam adalah entitas yang berbeda dari ilmu.

Dasarnya adalah, apapun yang disebut ilmu harus bisa dibuktikan. Para Orientalis beranggapan bahwa agama belum bisa dikategorikan sebagai ilmu karena sulit dibuktikan. Hal itu mengartikan bahwa antara knowledge dengan believe adalah dua hal yang berbeda.

Salah satu persoalan yang mendasar dalam epistimologi adalah bagaimana kita mengetahui dan dengan cara apa kebenaran itu diketahui. Persoalan ini sangat mendasar karena ini menyangkut validitas ilmu. Merujuk pada karya Imam Syafi’i, al-Risalah, Nirwan memberi jawaban atas pertanyaan ini.

“Tak seorangpun boleh mengatakan sesuatu itu halal atau haram kecuali dengan ilmu. Dan ilmu itu diperoleh melalui kabar yang ada di Quran atau Sunah, Ijma’ atau Qiyas.

Format hirarkis ini memberikan pengaruh dan implikasi epistimologis yang besar dalam sejarah pemikiran Islam.

“Bagaimana jika konflik terjadi antara wahyu dan akal?” tanya Pimpinan Pondok Pesantren Husnayain, Sukabumi itu.

Ia juga menjelaskan, langkah yang dilakukan para ulama adalah melakukan rekonsiliasi. Namun, bila pertentangan tersebut pada ranah syariah, akal harus tunduk pada ketetapan syara’.

Belakangan ini yang terjadi justru sebaliknya, di mana teks al-Quran dan Sunah justru ditundukkan pada akal dan realitas sosial. Hal ini terutama yang terkait dengan Tuhan, Malaikat, surga-neraka, jiwa manusia dan mengenai sejarah masa lalu. Manusia tak dapat mengetahui semua ini hanya dengan akal atau indera semata.*/Rias Andriati

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akalfilsafat islamfilsofilmupengetahuanwahyu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abu Qatada Dideportasi ke Yordania
Tulisan selanjutnya Dubai Resmikan Masjid Senilai 6 Juta Dirham

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?