Hidayatullah.com–Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan agar tak ada lagi korban warga sipil oleh penyerangan pesawat tak berawak (drone).
“Saya ingatkan, pesawat tak berawak sejatinya hanya untuk mengumpulkan data dan informasi. Hal itu sesuai dengan hukum internasional,” katanya menegaskan di Universitas Islamabad, Pakistan, dalam kunjungan resminya dua hari sejak Selasa (13/8/2013), sebagaimana diberitakan AP dan VOA.
Pernyataan Ban memang terkait dengan serangan pesawat tak berawak di kawasan barat laut Pakistan. Kawasan ini berbatasan dengan Afganistan.
Lebih lanjut, Ban menegaskan agar negara maupun institusi yang menggunakan pesawat tak berawak kembali pada peraturan internasional yang termaktub dalam peraturan kendaraan udara tanpa senjata
“Penggunaan pesawat tak berawak, seperti senjata lainnya, harus tunduk pada aturan hukum internasional yang sudah lama berlaku, termasuk hukum kemanusiaan internasional. Ini adalah posisi PBB yang sangat jelas. Setiap upaya harus dilakukan guna menghindari kesalahan dan jatuhnya korban sipil,” ujarnya.
Program pesawat tak berawak CIA yang menarget pejuang di wilayah kesukuan Pakistan telah lama dituduh menyebabkan jatuhnya korban sipil dan memicu oposisi di Pakistan, serta membuat aktivis hak asasi manusia di luar negeri prihatin.
Para pengecam mengatakan, Pakistan menghabiskan terlalu banyak anggaran pertahanan dan tidak menyediakan anggaran yang cukup bagi sektor pendidikan dan kesehatannya.
“Prioritas anggaran harus mencerminkan prioritas masyarakat, yaitu pendidikan dan energi, pemberdayaan dan pekerjaan yang baik, HAM dan martabat manusia. Membina dan membangun hubungan dengan negara tetangga. Kita harus berjuang mengatasi krisis keamanan jangka pendek dengan menempatkan landasan jangka panjang bagi perdamaian melalui pembangunan yang berkelanjutan,” kata Ban.
Pidato Ban Ki-moon menandai peresmian Pusat Perdamaian dan Stabilitas Internasional, Universitas Nasional Sains dan Teknologi di Islamabad.
Didampingi oleh Pimpinan Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Ashfaq Kayani, serta penasihat Perdana Menteri untuk masalah Luar Negeri, Sartaj Aziz, Ban Ki-moon menyampaikan terima kasih atas upaya Pakistan bagi perdamaian dan keamanan internasional.
Pakistan merupakan salah satu kontributor utama pasukan perdamaian dan polisi PBB. Sekitar 8.000 warga Pakistan bertugas di bawah bendera PBB di seluruh dunia, dan 136 telah meninggal dalam tugasnya.*