Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penjara 40 Tahun Bagi Pembakar Masjid Pemicu Perang Ras

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2013 10:02 10:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Oktober 2013 10:02
Bagikan
Inzet: paku yang menancap di pohon dan Pavlo Lapshyn.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pemuda pengusung ide rasis supremasi kulit putih dan berharap bisa “membasmi Muslim” divonis 40 tahun penjara atas tindakannya memburu dan membunuh seorang warga Muslim dan membom 3 masjid di daerah Midlands, Inggris.

Pavlo Lapshyn, 25, datang ke Inggris dari Ukraina setelah memenangkan hadiah untuk melanjutkan studinya. Tetapi bukannya melanjutkan kuliah, dia malah berupaya memicu perang antarras.

Hanya beberapa hari setelah menjejakkan kakinya di Birmingham, mahasiswa program PhD itu mengakses situs ekstrimis sayap kanan Rusia yang digunakan oleh para narapidana kasus rasisme, termasuk pembunuhan.

Sehari setelah itu, dia berpose di kamar tidur memotret dirinya bersama sebuah pisau berburu Buffalo River. Tiga hari kemudian dia turun ke jalanan, dengan “tujuan mencari seorang Muslim untuk dibunuh,” kata hakim Sweeney ketika memvonis Lapshyn.

Korban pemuda rasis itu adalah Mohammed Saleem, 82, pria bertongkat yang sedang berjalan pulang dari sebuah masjid di Small Heath, Birmingham, pukul 10 malam lewat sedikit.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lapshyn mendekati kakek 23 orang cucu itu dari belakang, lalu menghujamkan pisaunya. Begitu dalamnya tikaman itu sampai menembus bagian depan tubuh Saleem. Laki-laki tua itu langsung tumbang dengan satu luka tusukan sedalam 18cm.

Hari Senin (21/10/2013) di pengadilan Old Bailey, Lapshyn mengaku bersalah melakukan tindakan teror berupa pembunuhan dan pemboman masjid di daerah West Midlands dari bulan April hingga Juli, lansir The Guardian (25/10/2013).

Setelah ditangkap, dia mengaku bahwa dirinya adalah seorang rasis yang brutal dan menjadi bagian dari tiga serangan bom.

Foto-foto dan video yang diamankan saat Lapshyn ditahan menunjukkan bahwa pemuda itu bereksperimen membuat bom di daerah pedesaan Ukraina sebelum pergi ke Inggris. Dia juga mencari informasi di mana dia bisa mendapatkan bahan untuk merakit bom di Birmingham.

Bulan Juni, Lapshyn meletakkan bom di luar masjid Walsall dan Wolverhampton. Kemudian menambahkan bom terakhirnya di masjid Tipton dengan paku guna mencederai jamaah shalat Jumat.

Tiga ratus orang bakal menjadi korban dari bom paku. Namun, karena ketika itu masjid untuk sementara mengundurkan waktu shalat satu jam, maka bom tidak menimbulkan korban. Paku-paku bertebaran serta menancap di berbagai tempat, termasuk di pepohonan dan merontokkan ranting dan dedaunan.

Hakim dan polisi anti-terorisme yakin Lapshyn hanya bertindak sendiri tanpa ada bantuan dan dorongan dari orang lain.

Vonis 40 tahun penjara yang diberikan hakim untuk Lapshyn merupakan hukuman minimum. Untuk peledakan di tiga masjid hakim mengganjarnya kurungan 12 tahun, yang akan dijalani bersamaan dengan hukuman pertama sehingga tidak menambah masa kurungan.

Ketika bom paku itu meledak di masjid Tipton, polisi terkesan tidak terlalu serius menanggapi.

“Mereka [polisi] kelihatan tidak terlalu khawatir … mereka butuh waktu 40 menit untuk mengevakuasi tempat itu,” kata Sadarat Khan, seorang penjaga toko dikutip BBC (12/7/2013).

Menurut keterangan Raja Khan, warga setempat yang tinggal sekitar 50 meter dari lokasi kejadian, bom di temukan di bagian belakang masjid. Ketika itu jamaah shalat jumat yang biasanya mencapai 300-400 orang belum datang, hanya ada 22-25 orang di masjid. Anak-anak berhamburan keluar sambil teriak “bom…bom..”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Saudi Buat Aplikasi Android tentang Makkah
Tulisan selanjutnya Di Acara IJABI Dijual Batu Karbala

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?