Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jabatan Bashar al-Assad Bukan untuk Dinegosiasikan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 November 2013 16:44 4:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 November 2013 16:44
Bagikan
Kelompok Hizbullah melakukan pawai mendukung rezim Bashar Al-Assad.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Suriah mengatakan, jabatan Bashar al-Assad sebagai presiden tidak untuk dinegosiasikan dalam perundingan damai, seraya menyebut tuntutan itu sebagai “khayalan dan mimpi” kelompok oposisi.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh kementerian luar negeri lewat kantor berita pemerintah SANA hari Rabu (27/11/2013), lansir Aljazeera.

Sebuah delegasi akan dikirim untuk menghadiri perundingan Jenewa II pada bulan Januari mendatang, tetapi Assad tidak akan “menyerahkan kekuasaan”, kata pernyataan itu.

“Era kolonialisme, dengan cara memasang dan menggulingkan pemerintahan sudah lewat. Mereka [oposisi] harus bangun dari mimpi-mimpinya,” kata pernyataan itu. “Jika mereka [oposisi] memaksakan khayalan ini, maka tidak ada perlunya bagi mereka untuk menghadiri Jenewa II.”

“Delegasi resmi Suriah tidak akan menghadiri Jenewa II untuk menyerahkan kekuasaan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jenewa II, pertemuan yang berulangkali tertunda, didorong oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa guna mengakhiri konflik berdarah di Suriah.

Pimpinan kelompok oposisi Koalisi Nasional Suriah Ahmad Jarba hari Rabu juga mengatakan bahwa kelompoknya akan menghadiri Jenewa II.

Dalam wawancara dengan Reuters dan Associated Press, Jarba juga mengatakan bahwa kekuatan regional seperti Iran seharusnya hanya diperbolehkan ikut menghadiri pertemuan itu jika mereka berhenti ambil bagian dalam pertumpahan darah di Suriah dan menarik pasukannya serta pengaruhnya.

Koalisi oposisi tersebut sebelumnya mengatakan, siap untuk menghadiri Jenewa II jika jalur bantuan kemanusiaan dibentuk dan tahanan-tahanan politik dibebaskan.

Kelompok oposisi tersebut juga bersikukuh meminta Assad tidak lagi memainkan peran dalam pemerintahan Suriah di masa datang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wamenag: Kita Harus Berantas Buta Huruf Al Quran
Tulisan selanjutnya Calon Pengantin di Kampar Harus Bisa Baca Al Quran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Berita
20 Juli 2026 12:51
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?