Hidayatullah.com—Sekretaris jenderal blok Islam terbesar di dunia, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), mengatakan bahwa penculikan yang dilakukan kelompok Boko Haram atas ratusan pelajar putri di Negeria adalah perbuatan “biadab” dan “tidak berperikemanusiaan.”
Kelompok yang dipimpin Abubakar Shekau itu mencatut ajaran Islam sebagai pembenaran atas ancamannya menjual gadis-gadis yang diculiknya, sebagaimana diutarakan dalam video yang dirilis Boko Haram pekan lalu.
“Ini tidak berperikemanusiaan dan biadab,” kata Iyad Madani hari Sabtu (9/5/2014) kepada Associated Press di markas besar OKI di Saudi, dalam wawancara pertamanya dengan media sejak terpilih untuk memimpin organisasi beranggotakan 57 negara itu sejak Januari lalu.
Madani mengatakan, kelompok itu tidak hanya “menginkari ajaran Islam yang mereka anut, tetapi juga mengingkari kemanusiaannya.”
Kamis pekan lalu, Akademi Fiqh Islam Internasional yang berpusat di Jeddah mengecam aksi penculikan oleh Boko Haram sebagai “tindakan yang sangat keji” dan menuntut agar korban penculikannya dibebaskan tanpa syarat apapun.
“Kejahatan ini dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh organisasi-organisasi ekstrimis semacam ini bertentangan dengan semua prinsip kemanusiaan dan nilai moral, serta melanggar ajaran Qur`an dan Sunnah,” kata akademi yang didirikan untuk mengkaji ajaran Islam lebih lanjut tersebut dikutip Arab News.*