Hidayatullah.com—Polisi menembak seorang pemuda berusia 28 tahun di Istanbul setelah dia berupaya menurunkan bendera nasional Turki dari tiang yang terletak dekat rumah sakit dan tidak jauh dari kantor polisi setempat.
Insiden penurunan bendera itu terjadi beberapa pekan setelah aksi serupa terjadi di dalam pangkalan udara di Provinsi Diyarbakir, sehingga memanaskan perdebatan politik di Turki.
Pemuda 28 tahun itu berusaha mencopot bendera Turki dari tiang yang berada di depan sebuah rumah sakit swasta di daerah Gaziosmanpasa di Istanbul pada hari Sabtu 28 Juni. Dia kabarnya meneriakkan “Kemerdekaan untuk orang Kurdi” seraya mengayunkan pisaunya, sebelum akhirnya digiring ke kantor polisi. Petugas kepolisian distrik setempat pertama-tama memperingatkan pelaku, lalu menggunakan gas airmata ketika pelaku nekat mendekati tiang bendera. Pria, yang dikabarkan baru datang ke Istanbul 15 hari sebelum kejadian, itu menolak mundur sehingga aparat menembak kakinya ketika dia berusaha menurunkan bendera.
“Orang tersebut terluka dan saat ini berada di rumah sakit,” kata Ali Uslanmaz, seorang pejabat setempat dikutip Hurriyet.
Sementara itu Gubernur Istanbul Huseyin Avni Mutlu mengucapkan selamat kepada polisi atas tindakannya. “Saya mengecam tangan kotor yang masih saja bisa menyerang bendera kita yang mulia dan berusaha menyulut masalah bahkan di hari yang suci ini,” kata Mutlu, merujuk hari pertama puasa Ramadhan di Turki yang dimulai pada hari Sabtu (28/6/204).
Sebelumnya, pada 8 Juni lalu seorang pria bertopeng –yang kemudian diketahui sebagai remaja laki-laki berusia 16 tahun– menimbulkan kegemparan setelah melepas bendera dari tiang yang berada di dalam lingkungan pangkalan udara militer Turki di Diyarbakir.
“Kementerian Dalam Negeri telah memulai penyelidikan atas kasus tersebut. Fakta bahwa pelaku adalah seorang bocah tidak kami pedulikan. Dia akan membayar perbuatannya sama seperti orang yang mengirimnya ke sana. Kami tidak akan diam saja hanya karena pelaku yang menyerang simbol sakral itu seorang bocah,” kata Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan keesokan harinya menanggapi insiden di Diyarbakir itu.*