Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri Zionis Avigdor Lieberman mengatakan berencana untuk mengakhiri aliansi politiknya dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, lansir Euronews (8/7/2014).
Avigdor Lieberman, seorang politisi ultra-nasionalis, mengatakan dirinya dan Netanyahu memiliki perbedaan sangat mencolok dalam banyak masalah penting.
Meskipun demikian, Lieberman mengatakan partainya tetap berada di dalam koalisi pemerintah, yang artinya dia masih bisa mempertahankan jabatannya sebagai menteri luar negeri.
“Ini bukan rahasia lagi, sayangnya, perbedaan antara perdana menteri dengan saya belakangan menjadi substansial dan fundamental. Mereka tidak lagi bisa bekerjasama,” kata Lieberman.
Kedua politisi Yahudi itu menggabungkan partai mereka menjelang pemilihan umum 2013 agar dapat mendominasi sebagai blok sayap kanan, sehingga menghasilkan kursi mayoritas di parlemen.
Sejak itu, dalam masalah serangan terhadap wilayah Palestina di Jalur Gaza, Lieberman selalu menyeru agar dilakukan dengan invasi darat, sementara Netanyahu lebih suka menggunakan serangan udara.
Meskipun koalisi keduanya masih utuh saat ini, kemungkinan besar sulit bagi Netanyahu untuk meloloskan kebijakan baru di kabinet dengan mulus.*