Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ledakan di Beirut Ada Kaitan dengan Pendukung Bashar Assad, Amonium Nitrat akan Dipakai Membuat Senjata

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Januari 2021 17:11 5:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Januari 2021 14:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Terungkapnya perihal sebuah perusahaan berbasis di London berkaitan dengan peristiwa ledakan di gudang pelabuhan Beirut tahun lalu, memperkuat kecurigaan bahwa tujuan amonium nitrat itu memang Beirut, bukan Mozambique seperti klaim yang muncul selama ini.

Perusahaan yang dipakai untuk mengapalkan ribuan ton amonium nitrat ke pelabuhan Beirut, di mana bahan kimia itu akhirnya meledak pada bulan Agustus 2020, memiliki keterkaitan dengan 3 pengusaha berpengaruh yang memiliki keterkaitan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Begitu menurut hasil investigasi terbaru, lansir The Guardian Jumat (15/1/2021).

Terungkapnya perihal Savaro Limited –sebuah perusahaan di London yang pada hari Selasa dicoret dari register Companies House– memperkuat kecurigaan bahwa Beirut memang tujuan asli kargo, bukan Mozambique, yang katanya merupakan tujuan akhir resmi muatan bahan kimia tersebut.

Investigasi yang dilakukan sineas Libanon Firas Hatoum, yang filmnya ditayangkan pekan ini di stasiun televisi lokal Al-Jadeed, menemukan keterkaitan antara Savaro dengan tiga tokoh pengusaha yang diketahui berusaha keras mempertahanakan rezim Assad sejak bulan-bulan awal perang sipil di Suriah yang pecah pada 2011.

Temuan itu juga, untuk pertama kalinya, memicu dugaan bahwa ledakan 2.750 ton amonium nitrat tersebut merupakan dampak samping dari upaya pejabat-pejabat Suriah mencari sumber nitrat untuk digunakan dalam pembuatan senjata rezim Bashar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

George Haswani, Mudalal Khuri dan saudara lelakinya Imad, merupakan warga negara Suriah sekaligus Rusia, yang ketiganya dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena mendukung perang yang dikobarkan Bashar al-Assad.

Perusahaan-perusahaan milik Haswani dan Imad Khuri menggunakan alamat sama seperti yang dipakai Savaro, perusahaan pembeli nitrat tersebut pada 2013. Dituliskan dalam dokumen pengapalan bahwa tujuan resminya adalah Mozambique. Akan tetapi pada kenyataannya kapal diubah haluan ke Beirut dan muatannya dibongkar di pelabuhan ibukota Libanon, tetangga Suriah.

Mudalal Khuri dituduh oleh Departemen Keuangan AS berusaha mencari sumber amonium nitrat beberapa bulan sebelum kapal kargo Rusia, Rhosus, merapat di Beirut dalam pelayaran dari Georgia.

Perubahan rute pelayaran, kepemilikan yang tidak jelas, dan misteriusnya pemasok kargo itu telah memperkuat kecurigaan bahwa memang sejatinya muatan amonium nitrat itu tujuan pengirimannya adalah Beirut, bukan daerah atau negara lain.

Alamat yang dipakai Savaro, yaitu 10 Great Russell Street, London WC1B 3BQ, rupanya juga merupakan alamat yang didaftarkan untuk Hesco Engineering and Construction, perusahaan yang dipimpin Haswani.

Haswani adalah seorang pengusaha, kaki tangan Assad dalam urusan bisnis, yang dikenai sanksi AS pada tahun 2015 karena dituduh membeli minyak atas nama pemerintah Suriah dari Islamic State (ISIS).

Menurut dokumen yang diterima dan diungkap Hatoum, alamat Savaro yang lain di London berkaitan dengan IK Petroleum, perusahaan yang sekarang sudah tidak aktif yang berkaitan dengan Hesco milik Hasnawi. IK Petroleum sampai tahun 2016 dipimpin oleh Imad Khuri.

Rusia sendiri, negara asal kapal kargo yang membawa amonium nitrat tersebut, adalah negara yang sejak awal perang di Suriah berdiri menyokong rezim Assad.

Di Libanon, hasil investigasi atas ledakan amonium nitrat tersebut yang dipimpin oleh seorang hakim, sejauh ini menetapkan pejabat sementara perdana menteri Hassan Diab sebagai terdakwa. Diab didakwa bersama 3 mantan menteri dan lebih dari 30 pejabat level rendah.

Pertanyaan kemudian, dari Beirut bagaimana cara membawa ribuan ton amonium nitrat itu ke Suriah?

Di negara super korup seperti Libanon apapun bisa terjadi, terlebih kelompok Syiah Hizbullah yang berpengaruh besar dalam politik Libanon adalah sekutu kuat Bashar al-Assad dan kekuatan persenjataan milisi Hizbullah jauh melampaui tentara pemerintah Libanon.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amonium nitratbashar al assadBeirutLibanonrusiasuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cantik Menurut Islam, Haruskah Identik Lekuk Tubuh?
Tulisan selanjutnya Tim Selam POSSI Temukan Baling-baling Pesawat dan Bagian Tubuh, Cium Bau Aftur Menyengat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia

Terbaru

  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
  • Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
  • Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?