Hidayatullah.com–Lima puluh keluarga Palestina yang kehilangan tempat tinggal akibat pemboman Israel selama serangan sengit di Jalur Gaza pada Sabtu kemarin mulai menempati rumah-rumah mobil di kota Khan Yunis selatan.
Selama konflik 50 hari, 9.800 rumah hancur total dan 8.000 lainnya tidak layak huni, menurut data dari Kementerian Perumahan di Gaza.
Imad Al-Haddad, Kepala Asosiasi Emirat Arab di Gaza yang menyediakan 50 rumah mobil ini, mengatakan kepada AFP bahwa, di lingkungan Khuzaa kota saja ada 500 keluarga kehilangan atap rumah mereka.
Muhamad Al-Najjar, 60 tahun, yang rumahnya bertingkat tiga hancur oleh serangan udara Israel, salah satu dari mereka yang pindah ke akomodasi yang disediakan Emirat Arab tersebut, menyebut layanan rumah mobil itu sebagai “inisiatif yang sangat baik” untuk jangka pendek.
“Kami berharap bisa membangun kembali rumah kami; kami tidak hanya ingin solusi sementara, ” katanya dikutip Arabnews.com Ahad (14/09/2014)
Al-Haddad mengatakan setiap unit – yang terdiri dari dua kamar tidur, kamar mandi dan dapur – bisa menampung enam orang dan menelan biaya sekitar € 5.400 ($ 7.000).
Dia mengatakan asosiasinya akan menyumbang 50 rumah mobil lagi sebelum awal musim dingin tahun ini.
Menurut UNRWA, 65.000 warga Gaza yang tunawisma dan masih berlindung di sekolah-sekolah PBB sedang menunggu akomodasi, dan ribuan lainnya mengungsi bersama kerabat mereka.*