Hidayatullah.com–Mantan presiden Turki Abdullah Gul mengulangi kembali pernyataannya bahwa dia tidak akan membentuk sebuah partai politik baru, meskipun pada kenyataannya Presiden Recep Tayyip Erdogan menghalanginya kembali ke Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) sebagai ketua.
“Dari waktu ke waktu saya membaca adanya spekulasi soal partai baru. Tidak ada satu pun soal ini yang akurat. Saya sudah membuat pernyataan berulang kali tentang isu ini,” kata Gul kepada para wartawan hari Jumat (19/9/2014) dikutip Hurriyet.
Gul menyerahkan kursi kepresidenan kepada Erdogan pada 28 Agustus, setelah tujuh tahun menjadi kepala negara Turki. Dia dengan jelas menyatakan keinginannya kembali ke AKP –partai yang dulu didirikannya bersama Erdogan– setelah turun dari jabatan presiden, sebagai ketua. Tetapi Erdogan tidak memberikannya tempat dan justru mendudukkan menteri luar negeri Ahmet Davutoglu sebagai ketua partai AKP sekaligus perdana menteri Turki.
“Saya akan bertindak seperti mantan-mantan presiden lainnya di masa lampau. Saya akan membantu teman-teman saya [di partai]. Saya akan memberikan dukungan kepada presiden dan juga teman-teman saya di pemerintahan demi kesuksesan mereka,” kata Gul, yang dikenal di Turki sebagai seorang politisi yang santun.
Gul mengatakan pemerintah, perdana menteri dan semua menteri lainnya bertekad untuk melayani rakyat dan negara Turki.
“Saya selalu bangga dengan mereka. Saya akan memberikan seluruh dukungan saya demi kesuksesan mereka,” imbuhnya.
Mantan presiden itu juga mengatakan bahwa dia menyerahkan jabatan presiden kepada Erdogan dengan “pikiran damai”, sebab mereka melakukan proses itu dengan “kematangan demokratis”.
“Saya yakin saudara saya yang sangat berarti Recep Tayyip Erdogan akan membawa bendera yang saya tinggalkan ini, dan Turki pastinya akan terus menapaki jalannya sebagai negara yang kuat, makmur dan bahagia,” kata Gul.
Belum lama ini Gul meninjau kembali kampung halamannya di Kayseri, yang dia tinggalkan sejak menjabat sebagai presiden. Di sana Gul mendapatkan sambutan hangat dari khalayak ramai.*