Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ilmuwan Israel Klaim Yesus Dimakamkan dan Punya Anak-Istri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 April 2015 06:21 6:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 April 2015 06:21
Bagikan
Aryeh Simron, geolog Yerusalem di Makam Talpiot di Yerusalem Timur. Ia percaya Yesus dimakamkan bersama anak dan istrinya
Bagikan

Hidayatullah.com–Dua ilmuwan Israel,  Arye Shimron dan  Simha Jocobovici mengklaim berhasil mengonfirmasi pandangan bahwa Yesus dimakamkan. Mereka juga mengklaim bahwa dalam makam itu, Yesus dimakamkan bersama anak dan istrinya.

Arye Shimron yang seorang geolog dan pembuat film serta Simha Jocobovici, seorang wartawan asal Israel mengonfirmasi fakta bahwa Yesus dimakamkan dan punya anak-istri setelah meneliti artefak bersejarah “makam keluarga Yesus” dan “Peti James”.

Artefak “makam keluarga Yesus” ditemukan pada tahun 1980 di tengah maraknya pembangunan properti kota Jerusalem. Artefak itu ditemukan di Talpiot sehingga kerap juga disebut “makam Talpiot”.

Ada 800 makam yang ditemukan. Seluruhnya dikonfirmasi berasal dari masa Yesus. Di dalam setiap makam tersimpan beberapa kotak peti yang berisi tulang belulang milik jasad yang dimakamkan.

Dua puluh persen dari kotak peti memiliki pahatan nama. Beberapa kotak peti mencuri perhatian ilmuwan karena memiliki pahatan bertuliskan “Yesus putra Yosep”, “Maria”, “Joseph”, “Mary”, “Yose”, dan yang paling kontroversial “Yudas putra Yesus”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selama 16 tahun, artefak itu terus disimpan, dan temuannya tak dilaporkan karena kurang bukti pendukung. Selain itu, nama-nama yang disebut sebenarnya merupakan nama umum pada masa Yesus.

Ketika memproduksi film The Lost Tomb of Jesus bersama James Cameron (produser Titanic), Jocobovici mendatangi ahli statistik dari Universitas Toronto di Kanada untuk bertanya mengenai peluang kesamaan nama dalam satu populasi.

Sang pakar statistik menuturkan kepadanya bahwa nama-nama seperti yang ada pada kotak peti dimiliki oleh 8 persen populasi pada masa Yesus. Namun, peluangnya sedikit bagi seseorang untuk sama-sama memiliki ibu bernama “Maria” dan ayah bernama “Yosep”.

Jocobovici lalu melakukan analisis pada patina dari makam. Hasilnya mengecewakan banyak umat Kristiani.

“Banyak orang percaya Yesus naik ke surga. Dia disalib, meninggalkan makam dan bangkit. Kami menemukan kotak berisi tulangnya. Itu tidak bagus,” katanya dikutip Kompas dari Jerusalem Post.

Sementara masalah “makam keluarga Yesus” belum tuntas, pada tahun 2002 muncul temuan kontroversial lain setelah seorang pakar dari Universitas Sorbonne di Perancis menganalisis koleksi peti tua Oded Golan, kolektor terbesar di dunia untuk peti tua.

Saat menganalisis koleksi Golan, pakar itu menemukan pahatan bertuliskan, “James, anak Yosep, saudara Yesus”. Penemuan itu kemudian menjadi judul utama di banyak media massa dan diklaim menjadi bukti ilmiah pertama bahwa Yesus benar-benar ada.

Namun kemudian, Golan menghadapi tuntutan karena dituduh memalsukan tulisan pahatan tersebut. Sempat menjalani proses peradilan, Holan pun baru tujuh tahun kemudian dinyatakan tidak bersalah.

Fakta baru kini muncul setelah dua minggu lalu Shimron mendapatkan akses untuk meneliti “kotak peti James”. Dia menganalisis patina, lapisan tipis pada batuan, yang berada di bagian agak dalam pada kotak peti. Menurut dia, patina permukaan bisa terkontaminasi.

Shimron mengungkapkan, analisis kali itu untuk mengetahui hubungan antara “makam keluarga Yesus” dan “kotak peti James”. Diharapkan, cara itu bisa mengungkap fakta baru tentang dua artefak itu.

Setelah melakukan 200 analisis kimia dari 25 kotak peti, Shimron menemukan bahwa hasil tes magnesium, silikon, dan besi pada dua artefak itu cocok. Bahkan, tanah yang ada pada bagian dua artefak itu sama.

“Penemuan ini menunjukkan bahwa ‘kotak peti James’ itu memang otentik dan ‘makam keluarga Yesus’ memang milik keluarga Yesus dari Nazareth,” ujar Jocobovici seperti dikutip Jerusalem Post, Senin (06/04/2015).

Shimron dan Jocobovici sadar betul bahwa hasil temuannya akan memicu perdebatan dengan umat Kristiani. Namun, ia meminta umat Kristiani untuk tenang dan merasionalkan temuannya. Proses penelitian itu sendiri menurut dia bersifat ilmiah, dan bukan didasari agama.

Di sinilah perbedaan keyakinan Islam dan Kristen melihat Nabi Isa (Yesus dalam agama Kristen). Dalam Islam, Allah sudah menjelaskannya dalam Al-Quran  Surat An Nisa’: 157-158, bahwa Nabi Isa  Alaihissalam  putra Maryam tidak pernah dibunuh atau disalib.

Sebab Allah Subhanahu Wata’ala telah menyelamatkannya dari pembunuhan dan penyaliban serta mengganti seseorang yang menyerupai Nabi Isa kemudian menjadi korban penyaliban kaum Nashrani.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kristenmakampembunuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bersama Mushida, BMH Gelar Upgrading Daiyah Nusantara
Tulisan selanjutnya Mahladi: Situs Kami Dinormalisasi, Tapi Nama Kami Tak Direhabilitasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?