Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Yahoo Diancam Denda $250 Ribu Perhari Jika Menolak Serahkan Data Pengguna ke Pemerintah Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 September 2014 10:29 10:29 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 September 2014 10:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Yahoo mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat mengancam perusahaannya dengan denda sebesar USD250.000 sehari jika tidak menyerahkan data para pengguna layanannya.

Menurut dokumen pengadilan, National Security Agency (NSA) menuntut Yahoo agar mematuhi aturan baru terkait kerja lembaga intelijen Amerika itu, yang menurut Yahoo tidak konstitusional.

Yahoo gagal dalam upaya hukumnya menggugat aturan itu ke pengadilan.

Hal tersebut terungkap ketika seorang hakim memerintahkan membuka sebagian meteri perkara itu ke publik pada Kamis pekan lalu (11/9/2014), lansir BBC.

Pengacara Yahoo, Ron Bell, mengatakan publikasi materi kasus tersebut “penting untuk transparansi.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Yahoo mengatakan gugatan hukum itu dilayangkan karena pemerintah Amerika Serikat mengamandemen sebuah undang-undang sehingga memungkinkan lembaga keamanan AS memaksa penyedia layanan online menyerahkan data penggunanya. Mantan pegawai kontrak NSA yang ikut menggarap jaringan komputer di lembaga-lembaga intelijen AS, Edward Snowden, membongkar rahasia tersebut tahun lalu.

Namun dokumen pengadilan kasus Yahoo itu menunjukkan bahwa pertarungan hukum antara perusahaan-perusahaan teknologi dengan pemerintah Amerika Serikat soal data pengguna layanan online itu sudah terjadi jauh sebelum Snowden mengungkapkannya ke publik.

Dokumen pengadilan setebal 1.500 halaman yang mulanya bersifat rahasia itu diperintahkan untuk diungkap ke publik oleh sebuah pengadilan federal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hukuman Penjara dan Cambuk bagi Muda-Mudi Iran yang Berjoget “Happy”
Tulisan selanjutnya Meski ‘Tergusur’ di AKP Abdullah Gul Tidak akan Bentuk Partai Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina

Berita
30 Oktober 2026 15:44
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak

Terbaru

  • Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
  • Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
  • Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action
  • LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor
  • Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi
  • Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida
  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?