Hidayatullah.com–Dr. Saud Faudah, pakar bidang aqidah dan filsafat ini mencontohkan satu syubhat yang sering dilontarkan oleh orang-orang atheis, “Dia (Tuhan-Red) yang memberi kita kemampuan untuk melakukan maksiat, Tuhan juga mampu untuk mencabut kemampuan itu, lantas mengapa Dia beri kita kemampuan itu dan menghukum kita jika kita berbuat salah? Mereka sering bertanya demikian”.
Pakar yang berasal dari Yordania ini menjawab, “Sebenarnya untuk menjawab hal itu sangat mudah sekali. Kita katakana saja, dengan kamu mengatakan seperti itu kamu tidak mendudukan Dia di posisi Tuhan. Apa hak kamu sebagai makhluk untuk mengatur pencipta? Seakan-akan kamu mengatakan, Tuhan, jika kamu berbuat ini dan itu, maka kami akui kamu sebagai Tuhan. Kalau begitu (boleh diatur-atur sama makhluk-rep), bukan Tuhan namanya!” katanya di hadapan sekitar 600-an peserta kajian.
“Jadi sebenarnya pertanyaan itu sendiri sudah salah!” Tambahnya.
Hal itu disampaikan Dr. Said Faudah dalam kajian dengan tema Bantahan Terhadap Atheis tersebut berlangsung pada Senin malam (22/09) di Madhiyafah Syekh Ali Jum’ah, Cairo City yang dihadiri ratusan pelajar dari Indonesia, Malaysia, Mesir dan lainnya.