Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Indonesia Buka Kran Impor Sapi Australia, Pengusahanya Ingin Perdagangan Bebas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 November 2014 07:34 7:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 November 2014 07:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para eksportir ternak sapi Australia terkejut dengan rencana Indonesia untuk menerbitkan izin impor 264.000 ekor sapi dari Benua Kanguru, pada kuartal keempat 2014 ini.

Jumlah itu melebihi harapan para eksportir Australia yang sebelumnya hanya memperkirakan 146.000 ternak untuk diimpor dari negara mereka.

Ashley James, dari lembaga Frontier International, mengatakan, industri ternak di utara Australia bisa-bisa berjuang keras untuk memenuhi permintaan tersebut.

“Saya pikir jumlah itu akan sulit dipenuhi. Indonesia menginginkan sapi Brahman yang gemuk, dan saya tak yakin jenis itu dalam jumlah besar bisa dipenuhi tahun ini. Jumlah izin itu sangat besar, di luar perkiraan kami,” jelasnya dikutip ABC.

Permintaan yang besar dan kurangnya suplai telah membuat harga ternak itu naik sebesar 2,30 dolar per kilogram.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ashley mengatakan, informasi terbaru yang ia dapatkan dari pasar Indonesia menunjukkan bahwa harga daging sapi belum turun, meski ternak sapi dalam jumlah besar diimpor dari Australia tahun ini.

Ingin Perdagangan Bebas

Sementara itu, Federasi Peternak Nasional Australia (NFF) telah memperingatkan Pemerintahan Tony Abbott untuk tidak lebih memprioritaskan kesepakatan perdagangan bebas dengan India dibanding dengan Indonesia. Sebab Indonesia merupakan pasar ternak terbesar ketiga Australia, tetapi pemerintah Australia berharap untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan bebas dengan India pada akhir tahun depan, demikian kutip ABC, Kamis (27/11/2014).

Ketua NFF, Simon Talbot, mengklaim kesepakatan dengan Indonesia akan memberikan peluang ekspor jauh lebih banyak bagi para peternak.

“Kami sudah melakukan ekspor produk susu dan daging domba ke pasar India dengan keberhasilan yang terbatas. Kami tidak ingin pemerintah teralihkan perhatiannya. Mereka pasti bisa melakukan keduanya, tapi jangan melupakan peluang di Indonesia,” jelasnya.

Tapi Simon berpendapat, peluang yang signifikan sudah ada di Indonesia, dan kesepakatan dengan negara tetangga ini bisa dicapai dalam tiga tahun ke depan. Apalagi dengan pemerintahan baru Indonesia.

“Dengan adanya Pemerintahan (Indonesia) yang baru, yang bisa proteksionis, kita bisa masuk lebih awal dan memiliki posisi yang menguntungkan dibanding negara-negara agrikultur lainnya,” ungkapnya.

Ia menuturkan, “Dan terus terang kita memiliki hak untuk menang di Indonesia, dengan hasil peternakan yang diterbangkan dari Australia Barat, dengan ekspor sapi dari wilayah utara, dan tentu saja dengan produk susu dari wilayah selatan,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiadagingindonesiaperdagangan bebassapi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Meninggal Akibat Virus MERS 348 Orang
Tulisan selanjutnya Poros Maritim Yang Diingini Jokowi Dianggap Mengada-ngada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam

Berita
12 September 2026 17:00
Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam
900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel

Terbaru

  • ‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
  • Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
  • Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
  • Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
  • Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
  • MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?