Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Poros Maritim Yang Diingini Jokowi Dianggap Mengada-ngada

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 November 2014 07:37 7:37 am
Ahmad
Dipublikasikan 28 November 2014 07:37
Bagikan
Biaya Rp. 70 triliun saja takkan cukup untuk menyambung seluruh kepulauan yang dimiliki Indonesia
Bagikan

Hidayatullah.com–Keinginan Presiden RI Joko Widodo menjadikan Indonesia sebagai poros maritim nampaknya perlu dikaji ulang, serta harus cermat dan tak asal bicara. Sebab ini menyangkut kemakmuran rakyat Indonesia seluruhnya.

Apa yang diminta Joko Widodo agar terlaksana keinginan tersebut pun bagi kalangan akedemisi terlalu mengada-ngada dan tidak realistis.

“Bahkan tidak akan selesai dalam jangka waktu lima tahun untuk membentuk sebuah Negara Maritim. Tidak realistis,” demikian diucapkan Prof. Dr. Ir. H. Tridoyo Kusumastanto, M.Sc., Guru Besar Kebijakan Ekonomi Kelautan di dalam acara diskusi “Realistiskah Pembangunan Poros Maritim?” hari Rabu (26/11/2014) yang diadakan Institut Peradaban di Wisma Intra Asia Jl Soepomo No. 58 Tebet Jaksel.

Menurut Tridoyo, ide Jokowi, demikian panggilan akrab Joko Widodo tersebut sangat sulit terlaksana jika di dalam UU tidak mengatur tegas.

Agar dapat terlaksana, menurutnya UU yang ada segera diamandemen. Dan letakkan dengan jelas agenda Negara Maritim.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Amandemen Undang-undang. Dan letakkan di sana (Negara Maritim),” tambahnya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Perikanan Unhalu, Kendari Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc, M.Eng mengatakan, untuk mendorong terciptanya poros Maritim, perlu mengundang investor yang baik. Kontraktor pun, atau yang menjalani proses tercipta poros maritim agar diberikan porsi yang seimbang, tidak hanya diberikan hak dominasi oleh kontraktor China. Jepang dan Korea pun patut diberikan kesempatan besar.

“Porsi paling besar diberikan oleh China. Sedangkan Jepang dan Korea kok hanya dijadikan sub kontraktor,” kata Prof. Laode.

Kendala yang paling sangat penting menurut Laode ialah biaya. Menurut Prof. Laode, biaya Rp. 70 triliun saja takkan cukup untuk menyambung seluruh kepulauan yang dimiliki Indonesia.

“Biaya Rp. 70 triliun pun sangat kecil untuk bangun pelabuhan antar Indonesia,” tambahnya.

Acara ini juga dihadiri Mantan KSAL, Purnawirawan Achmad Soetjipto.*

 

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:indonesiaJoko widodoJokowi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Buka Kran Impor Sapi Australia, Pengusahanya Ingin Perdagangan Bebas
Tulisan selanjutnya Wah, Orang Swiss Suka Makan Anjing dan Kucing?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?