Hidayatullah.com—Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz As-Saud hari Rabu berjanji melipat-gandakan bantuan Arab Saudi untuk Yaman menjadi 540 juta dolar AS atau sekitar 7 triliun rupiah.
Komitmen tersebut disampaikan tepat satu hari setelah Arab Saudi sepakat untuk menghentikan sementara pengeboman melalui pesawat tempur di Yaman demi alasan kemanusiaan.
“Kami umumkan untuk membantu korban perang di Yaman sebesar USD540 juta,” ujar keterangan pers dari Raja Salman, seperti Saudi Press Agency, Rabu (13/5/2015) kemarin.
Sebelumnya, pada 18 April Raja Salman berkomitmen untuk memberikan bantuan untuk rakyat Yaman sebesar USD274 juta atau setara dengan Rp3,56 triliun. Dengan peningkatan jumlah bantuan ini Raja Salman ingin membuktikan jika ia peduli terhadap nasib rakyat Yaman.
Hari Rabu merupakan hari pertama gencatan senjata antara Arab Saudi dengan Kelompok pemberontak Syiah al Hautsi (Syiah al Houthi) di Yaman.
Arab Saudi mengatakan jika gencatan senjata ini digunakan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Yaman.
Situasi di Yaman dilaporkan kondusif setelah diadakan kesepakatan gencatan senjata antara Arab Saudi dan Yaman. Langit di Ibu Kota Sanna hari ini tidak dipenuhi oleh jet tempur Arab Saudi yang selama ini menyerang kota tersebut.
Sementara itu, situasi di perbatasan antara Arab Saudi dan Yaman dilaporkan masih tegang. Namun, truk bermuatan bantuan sudah dipersiapkan untuk berangkat ke Yaman.
PBB saat itu mengatakan bahwa uang tersebut akan mampu “memenuhi kebutuhan bantuan yang dapat menyelamatkan nyawa sekitar 7,5 juta warga” di Yaman.
“Rekanan lokal dan sejumlah program telah diselesaikan untuk menyalurkan bantuan tersebut. Namun pihak Arab Saudi belum menyerahkan uang tersebut. Ini masih merupakan janji,” kata juru bicara badan kemanusiaan PBB (OCHA), Jens Lake, pada Selasa lalu.*