Hidayatullah.com—Seorang pelaku bom bunuh diri telah meledakkan dirinya di dalam sebuah masjid di kota Miduguri, Nigeria, sehingga menewaskan sedikitnya 16 orang, kata sumber-sumber lokal, setelah sebuah serangan tengah malam dilancarkan kelompok Boko Haram di pinggiran kota itu.
Serangan hari Sabtu (30/5/2015) itu terjadi sehari setelah pelantikan Presiden Muhammadu Buhari, yang berjanji akan membasmi Boko Haram dan memindahkan pusat komando operasi dari ibukota Abuja ke Maiduguri.
“Seorang pria pelaku bom bunuh diri diduga anggota Boko Haram memasuki sebuah masjid di dekat Pasar Senin untuk meledakkan [bom],” kata sebuah sumber militer kepada Reuters seperti dikutip Aljazeera.
Buhari mengecam serangan itu dalam pernyataannya dan berjanji akan mengambil tindakan terhadap pihak yang bertanggungjawab.
Sebelum itu, anggota Boko Haram membunuh sedikitnya 10 orang ketika mereka bergerak menuju sebuah kota kecil dekat Maiduguri.
Sumber-sumber Aljazeera di daerah itu melaporkan pembunuhan dilakukan anggota Boko Haram dengan menembakkan granat berpendorong roket. Sepuluh orang lainnya dikabarkan ikut terluka.
Ratusan orang bersenjata dikabarkan telah bergerak maju ke Ajilari-Cross, tidak jauh di selatan Maiduguri pada Sabtu pagi kemarin, tetapi mereka berhasil dipukul mundur oleh militer.
Negara bagian Borno mengalami banyak serangan yang dilancarkan Boko Haram belakangan ini. Aksi kekerasan itu menyebabkan puluhan ribu orang meninggalkan rumah-rumah mereka.
Boko Haram awalnya adalah sebuah kelompok yang hanya menentang nilai-nilai budaya Barat yang dianggap mencemari dan mengotori nilai masyarakat Islam di Nigeria. Namun, kelompok itu berubah menjadi kelompok bersenjata yang tidak segan menyerang siapa saja yang bertentangan dengan mereka.
Boko Haram pada bulan April 2014 melakukan aksi penculikan sekitar 200 anak perempuan belia dari sebuah sekolah di Chibok. Kebanyakan korban hingga kini belum ditemukan.
Hari Jumat kemarin Presiden Buhari, bekas penguasa militer yang pernah lolos dari serangan Boko Haram, mengatakan “kita tidak bisa mengklaim telah mengalahkan Boko Haram tanpa menyelamatkan gadis-gadis Chibok.”
Serangan bersenjata dan bom bunuh diri oleh Boko Haram telah merenggut nyawa lebih dari 13.000 orang dan menjadikan sekitar 1,5 juta kehilangan tempat tinggal mereka sejak 2009.*