Hidayatullah.com—Korea Utara meledakkan kantor penghubung antar-Korea yang terletak di kota Kaesong (Gaeseong), hari Selasa sore (16/6/2020), setelah sebelumnya mengancam akan menghancurkannya.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa Korut telah meledakkan kantor tersebut pada pukul 14:49, menyusul laporan tentang ledakan dan asap yang mengepul dari kawasan Gaeseong Industrial Complex (GIC), lapor The Korea Times.
Kantor tersebut, yang didirikan pada September 2018, merupakan salah satu hasil Deklarasi Panmunjeom yang diumumkan pada 27 April 2018, setelah konferensi tingkat tinggi pertama digelar yang mempertemukan Presiden Korsel Moon Jae-in dengan pemimpin Korut Kim Jong-un.
Kantor itu diadakan untuk memfasilitasi proyek-proyek antar-Korea dan mendukung negosiasi-negosiasi antara kedua Korea, tetapi tidak berfungsi sejak Januari tahun ini menyusul wabah Covid-19.
Penghancuran itu dilakukan tiga hari setelah saudara perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong, mengeluarkan pernyataan berisi ancaman tindakan permusuhan, termasuk aksi militer, apabila pengiriman balon-balon berisi selebaran propaganda anti-Korea Utara yang diterbangkan oleh para defektor (pembelot) Korut tidak dihentikan oleh pihak Selatan.
“Tidak lama lagi, pemandangan tragis kantor penghubung bersama Selatan-Korea yang tidak berguna yang hancur seluruhnya akan terlihat,” kata Kim Yo-jong ketika itu, yang diyakini akan mengambil alih tongkat kepemimpinan Korea Utara dari Kim Jong-un apabila saudara lelakinya itu tidak lagi dapat memimpin negaranya.*