Hidayatullah.com–Anggota Dewan Syura Arab Saudi menyerukan dilakukan penyelidikan berkaitan dengan 86.000 pembantu rumah tangga yang melarikan diri dari majikan mereka dalam satu tahun saja.
“Ini masalah serius yang memiliki dampak buruk terhadap perekonomian dan juga keamanan lokal,” kata anggota Syura, seperti diberitakan Arab News, Kamis (22/10/2015).
Abdullah Al-Otaibi, Wakil Kepala Komite Kesehatan, menyarankan pembentukan komite khusus untuk mempelajari file perekrutan dan membuat rekomendasi untuk memecahkan masalah.
Disebutkan, para pembantu rumah tangga umumnya kabur dari majikan mereka. Tapi pemimpin masyarakat setempat mengatakan, mereka melarikan diri bukan karena faktor pembayaran gaji, kekurangan makanan, dan penganiayaan.
Tokoh masyarakat ini telah terlibat dalam membantu pembantu rumah tangga, setelah mereka melarikan diri dari majikan mereka.
Para anggota Syura menyalahkan Departemen Tenaga Kerja untuk kinerjanya, termasuk dalam menerapkan strategi ketenagakerjaan yang disahkan Kabinet enam tahun lalu.
Fadwa Abu Mureefah memperingatkan adanya pelanggaran dalam rekrutmen yang dilakukan warga Saudi.
“Apakah ada masalah dalam mengaktifkan kesepakatan yang ditandatangani oleh Departemen Tenaga Kerja untuk memperluas jumlah negara pengekspor tenaga kerja?” katanya.
Dia menyerukan dilakukan perluasan pekerjaan dengan gaji yang baik.*