Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bunuh 3 Yahudi, Seorang Pria Amerika Divonis Hukuman Mati

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 November 2015 13:01 1:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 November 2015 12:59
Bagikan
Frazier Glenn Miller Jr, pria Amerika yang berani membunuh Yahudi.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang hakim di Amerika Serikat menjatuhkan hukuman mati atas seorang pria pendukung supremasi kulit putih, karena membunuh tiga orang di dua pusat kegiatan warga Yahudi.

Frazier Glenn Miller Jr, 74, tahun lalu menarget tempat-tempat tersebut di Kansas. Hakim memberinya hukuman mati dengan cara disuntik, lapor BBC Rabu (11/11/2015).

Thomas Kelly Ryan, hakim distrik Johnson County, berkata, “Upayamu untuk mengundang kebencian terhadap komunitas ini [Yahudi, red], mendatangkan teror ke komunitas ini, telah gagal.”

Miller menanggapi vonis hakim itu dengan teriakan, “Hidup Hitler!” sebelum akhirnya digiring keluar ruang sidang.

Miller dinyatakan bersalah dalam dakwaan melakukan satu pembunuhan berat, tiga percobaan pembunuhan, serta sejumlah dakwaan penyerangan dan kepemilikan senjata.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Miller, yang juga dikenal dengan nama Frazier Glenn Cross, membela dirinya sendiri selama persidangan tanpa bantuan pengacara.

Dia mengaku membunuh William Corporon, 69, dan cucu laki-lakinya Reat Griffin Underwood, 14, di luar Pusat Komunitas Yahudi di Overland Park, Kansas.

Terri LaManno, 53, juga dibunuhnya di luar sebuah panti jompo Yahudi.

Miller kepada juri mengatakan bahwa dia sudah mengetahui akan divonis hukuman mati, dan dirinya tidak peduli dengan hukuman apa yang akan diberikan hakim.

Miller mengaku termotivasi membunuh orang-orang Yahudi sebelum dirinya wafat, karena mereka terlalu berkuasa.

Sebelum melancarkan aksi penembakan tersebut, Miller dikabarkan mendirikan sejumlah kelompok supremasi kulit putih dan dua kali mengajukan diri untuk menduduki jabatan di kantor publik.

Hukuman mati masih diberlakukan di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat.

Namun, pada saat yang sama pemerintah Amerika Serikat kerap memprotes dan mengecam hukuman mati yang diberlakukan di sejumlah negara Islam, seperti Arab Saudi, dengan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Washington bahkan menyebut biadab pemerintahan Taliban, yang digulingkannya di Afghanistan tahun 2001, karena menerapkan hukuman mati.

Meskipun termasuk kelompok minoritas, namun Yahudi di Amerika Serikat memiliki posisi lobi yang sangat kuat. Bukan rahasia lagi bahwa setiap presiden Amerika Serikat yang terpilih, selalu mencari restu dari komunitas Yahudi baik secara terang-terangan maupun tersembunyi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengaku Stres Pendeta di Prancis Hancurkan Patung Yesus
Tulisan selanjutnya Buntut Penolakan Pendirian Masjid Asy Syuhada, Warga Muslim Mengungsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?