Hidayatullah.com—Pelaku penembakan di San Bernardino, California, yang menewaskan belasan orang, kemungkinan telah “diradikalisasi”. Pelaku yang merupakan sepasang suami-isteri Muslim diduga melakukan kontak dengan tersangka-tersangka teroris.
Para pejabat intelijen Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaku penembakan di San Bernardino telah melakukan kontak dengan orang-orang yang diketahui sebagai “ekstrimis Muslim” lewat media sosial, lapor sejumlah media seperti dilansir Deutsche Welle.
Polisi mengatakan Farook dan isterinya membawa peluru dan bom yang cukup untuk membunuh ratusan orang, ketika mereka melancarkan serangan mematikan di pesta yang digelar pegawai sebuah pusat pelayanan sosial untuk orang-orang cacat di San Bernardino.
Mengenakan penutup kepala dan wajah yang biasa dipakai untuk bertempur Farook yang berusia 28 tahun, dan isterinya Tashfeen Malik yang berusia 27 tahun, menggunakan 75 peluru dalam serangan hari Rabu (2/12/2015) yang menewaskan 14 orang dan belasan lainnya luka-luka itu. Empat jam setelah bertahan di tempat tersebut, pasangan suami-isteri itu tewas dalam baku tembak yang terjadi 2 mil dari lokasi penembakan. Dalam aksi dar-der-dor dengan aparat keduanya melepaskan 76 peluru.
Pihak berwenang mengatakan serangan itu telah direncakan secara cermat.
“Jelas sekali di sini ada misinya. Kami tahu itu. (Namun), kami tidak tahu kenapa. Kami tidak tahu apakah ini target yang dituju atau ada sesuatu hal lain yang memicunya melakukan hal ini segera,” kata David Bowdich, asisten direktur FBI kantor Los Angeles.
Menurut seorang pejabat FBI, yang berbicara tanpa ingin diketahui identitasnya, pasangan itu tidak pernah masuk dalam pemantauan pihak berwenang sebelumnya.
Dilansir radio publik NPR yang mengutip keterangan Hussam Ayloush dari Council on American-Islamic Relations (CAIR), Syed Rizwan Farook menikah dengan isterinya dua tahun lalu. Pria kelahiran Amerika Serikat itu memiliki putri berusia 6 bulan yang diasuh oleh ibunya di hari ketika serangan itu terjadi. Menurut catatan Ayloush, Farook dan Malik adalah Muslim, dan keluarga mereka tidak menunjukkan tanda-tanda fanatisme. Ayloush menekankan bahwa motif dari serangan itu belum diketahui.*