Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lebih dari 20.000 orang tempuh bahaya seberangi samudra

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2014 06:07 6:07 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Agustus 2014 06:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 20.000 orang menempuh risiko dan membahayakan keselamatan mereka dengan menyeberangi Samudra Hindia selama semester pertama tahun ini, banyak di antara mereka adalah orang Rohingya, yang menyelamatkan diri dari Myanmar.

Laporan yang dikeluarkan Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) mengenai gerakan tak beraturan di lautan di Asia Tenggara juga menyatakan beberapa ratus orang dicegat di sejumlah perahu yang menuju Australia.

Laporan itu, yang dikeluarkan oleh Unit Pemantau Gerakan Maritim di Kantor Regional UNHCR di Bangkok, memusatkan perhatian pada keberangkatan orang-orang dari Teluk Benggala dan tempat lain, melalui perairan Asia Tenggara, yang bergolak.

Laporan tersebut juga menyoroti pelecehan yang dihadapi orang-orang tersebut dalam perjalanan mereka, dan perkembangan yang berkaitan dengan kebijakan Operasi Kedaulatan Perbatasan di Australia.

Laporan itu memperlihatkan lebih dari 7.000 pencari suaka dan pengungsi yang telah melakukan perjalanan melalui laut saat ini berada di tahanan di wilayah tersebut, termasuk lebih dari 5.000 orang di Australia atau di pusat pemrosesan lepas pantainya di Nauru serta Papua Nugini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Akibat pola gelapnya, jumlah pasti orang yang diselundupkan masih sulit dipastikan,” kata Juru Bicara UNHCR Adrian Edwards, sebagaimana dikutip Xinhua dikutip Antara Sabtu, 23 Agustus 2014.

“Namun wawancara mendalam dengan penyintas telah memberi pandangan mengenai apa yang terjadi selama perjalanan panjang dan berbahaya dari Myanmar dan Bangladesh ke Thailand, Malaysia, Indonesia, serta negara lain,” kata Edwards.

Laporan itu memperkirakan 53.000 orang secara rutin melakukan perjalanan melalui laut dari Teluk Benggala selama 12 bulan sampai Juni 2014 –naik 61 persen dari 12 bulan sebelumnya. Dalam dua tahun setelah meletusnya kerusuhan antar-masyarakat pada Juni 2012 di Negara Bagian Rakhine di Myanmar– kebanyakan orang Rohingya serta Bangladesh melakukan perjalanan berbahaya dalam upaya mereka mencari keselamatan dan kestabilan.

Musim pelayaran utama telah berlangsung antara Oktober dan kuartal pertama tahun ini, ketika kondisi laut lebih tenang. Biasanya, mereka dibawa dengan menggunakan perahu kecil sampai perahu nelayan dan barang yang lebih besar yang bisa membawa sampai 700 orang.

Kebanyakan dari mereka adalah lelaki, tapi jumlah perempuan dan anak-anak juga meningkat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebelum Dilantik, Jokowi harus Bersih Korupsi
Tulisan selanjutnya Menlu Israel Gemetar di Toilet Saat Sirene Peringatan Roket Dibunyikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?