Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Tidak Akan Menyatakan Al-Ikhwan Al-Muslimun Terlarang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Desember 2015 21:44 9:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Desember 2015 21:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Anggota atau asosiasi dari Al-Ikhwan Al-Muslimun (Muslim Brotherhood) menunjukkan “indikator kemungkinan ekstrimisme” tetapi organisasi itu tidak akan dinyatakan terlarang, kata Perdana Menteri Inggris.

Dilansir BBC hari Kamis (17/12/2015), kepada wakil rakyat Inggris di parlemen PM David Cameron mengatakan kelompok itu tetap akan berada di bawah pemantauan. Hal itu diungkapkan Cameron dalam pernyataan tertulis tentang laporan hasil peninjauan ulang atas organisasi asal Mesir yang beroperasi di wilayah Inggris tersebut.

Lebih dari dua tahun lalu Perdana Menteri Inggris itu memerintahkan dilakukannya review atas kegiatan-kegiatan Al-Ikhwan di Inggris, di tengah-tengah kabar yang menyebutkan pemerintah London mendapat tekanan dari sejumlah negara sahabatnya di Timur Tengah agar menyatakan kelompok itu sebagai organisasi terlarang.

Sejumlah kelompok yang dinyatakan terlarang berdasarkan undang-undang anti-terorisme di Inggris mengadopsi pemikiran dan ideologi Al-Ikhwan Al-Muslimun.

Pelaporan hasil review itu tertunda berulang kali, sementara para pejabat Inggris berselisih pendapat tentang apakah laporan itu harus diungkapkan kepada publik dan apakah pelarangan atas Al-Ikhwan bisa diterapkan atau justru akan kontra-produktif.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam penjelasannya kepada parlemen, PM Cameron mengatakan bahwa masalah Al-Ikhwan di Inggris merupakan perkara yang kompleks.

“Muslim Brotherhood terdiri dari jaringan transnasional beserta tautannya di Inggris, maupun organisasi-organisasi nasional di dalam dan di luar dunia Muslim,” papar Cameron.

“Gerakan ini sengaja dibuat samar, dan biasanya bersifat rahasia (tertutup),” imbuh Cameron.

Hasil review itu menyebutkan bahwa teks-teks dasar (ajaran fundamental) Al-Ikhwan menggambarkan Barat sebagai “dekaden dan tidak bermoral” dan bahwa bagian dari jaringan organisasi itu “memiliki hubungan yang sangat ambigu dengan kekerasan ekstrimisme.”

“Baik sebagai ideologi maupun sebagai sebuah jaringan, (ajaran fundamental) itu menjadi dasar bagi sebagian individu dan kelompok untuk terlibat dalam kekerasan dan terorisme,” kata Cameron.

“Individu-individu yang berkaitan erat dengan Muslim Brotherhood di Inggris mendukung bom bunuh diri dan serangan-serangan lain di Israel oleh Hamas … yang menggambarkan dirinya sendiri sebagai cabang Muslim Brotherhood di Palestina,” imbuh Cameron. Sebagaimana diketahui, negara-negara Barat sebagian besar menganggap Hamas sebagai kelompok ekstrimis atau teror.

Lebih lanjut Cameron mengatakan bahwa Al-Ikhwan memiliki pengaruh terhadap kelompok-kelompok di Inggris, yang mengklaim sebagai perwakilan dari komunitas Muslim awam dalam pembicaraan-pembicaraan dengan pemerintah –tetapi pada saat yang sama, terkadang menyebut pemerintah Inggris bersikap bermusuhan terhadap Islam.

“Aspek-aspek dari ideologi dan aktivitas Muslim Brotherhood karena itu bertentangan dengan nilai-nilai Inggris seperti demokrasi, peraturan hukum, kebebasan individu, persamaan dan saling menghormati serta toleransi antar keyakinan dan kepercayaan yang berbeda,” kata Cameron.

“Temuan utama dari review itu mendukung kesimpulan yang menyebutkan bahwa keanggotaan dari, asosiasi yang berhubungan dengan, atau terpengaruh oleh Muslim Brotherhood harus dianggap sebagai indikator kemungkinan ekstrimisme,” kata Cameron.

Meskipun ada seruan dari sebagian pihak agar kelompok Al-Ikhwan Al-Muslimun beserta afiliasiinya dinyatakan terlarang di Inggris berdasarkan undang-undang terorisme, pemerintah mengatakan pihaknya akan “terus memantau” Al-Ikhwan dengan melarang masuk anggota-anggotanya yang membuat pernyataan-pernyataan ekstrimis, serta akan memonitor lembaga-lembaga amal yang bertautan dengan organisasi itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peringati Hari Bahasa Arab, Dubes Sudan-Saudi Sambangi UAI
Tulisan selanjutnya Baznas: Zakat Dapat Jadi Pilar Terbangunnya Martabat Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?