Hidayatullah.com–Saat ini ribuan pengikut Koptik Mesir ikut melakukan sembahyang dengan tata cara Protestan, karena mudahnya tatacara peribadatan aliran itu. Tidak diisi dengan pidato yang membosankan, dan prosesnya menggunakan bahasa Arab, sedangkan Kristen Koptik masih tetap menggunakan bahasa Koptik dalam ritual mereka.
Keadaan ini menyebabkan pihak gereja Koptik menuding bahwa pihak Katolik melakukan protestanisasi terhadap kelompok Koptik Mesir, khususnya bagi para pemeluk yang tinggal di pedesaan.
Pemimpin Koptik Mesir Pope Shenouda juga sudah berkali-kali mengingatkan akan ancaman dari pihak Protestan, yang giat mengajak warga Koptik berpindah kepercayaan.
Menurut penuturan salah satu sumber Koptik kepada situs almesryoon.net (9/7), di propinsi Al Minya, protestanisasi berlangsung amat gencar, hingga Koptik kehilangan puluhan kader, karena mereka memilih pindah ke Protestan.
Sumber itu menyebutkan juga bahwa sudah ribuan pemeluk Koptik berpindah kepercayaan ke aliran Protestan, setelah gerakan protestanisasi gencar dilakukan selama sepuluh tahun.
Tentu, jika kaedaan ini dibiarkan, bisa jadi gereja-gereja Koptik di pedesaan akan ”mati”, karena para aktivisnya berpindah ke Protestan. [tho/msry/hidayatullah.com]