Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Eropa Sepakat Perpanjangan Sanksi Atas Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Desember 2015 12:02 12:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Desember 2015 12:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Utusan-utusan negara anggota Uni Eropa sepakat untuk memperpanjang sanksi atas Rusia selama 6 bulan, lapor Euronews hari Jumat (18/12/2015) .

Sanksi dijatuhkan tahun lalu terkait peran Rusia dalam konflik di Ukraina, yang konon telah merenggut nyawa lebih dari 9.000 orang.

Sanksi yang diperpanjang hingga Juli 2016 itu mencakup bidang energi, perbankan dan pertahanan.

Keputusan itu akan diketok palu pada hari Senin (21/12/2015), kecuali ada negara anggota Uni Eropa yang mengubah sikapnya dan mengajukan keberatan secara resmi.

Sementara itu, Komisi Eropa mendukung kebijakan bebas visa, izin tinggal perjalanan singkat ke wilayah UE bagi warganegara Ukraina, Georgia, serta Kosovo.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hal tersebut diumumkan setelah pimpinan Komisi Eropa Jean-Claude Juncker bertemu Presiden Ukraina Petro Poroshenko guna menuntaskan masalah-masalah yang tersisa.

Usulan resmi legislasi kebijakan bebas visa itu diperkirakan akan diajukan ke Dewan dan Parlemen Eropa pada awal tahun 2016.

“Komisi mengusulkan liberalisasi visa untuk Georgia, Kosovo dan Ukraina. Saya menyeru pemerintah-pemerintah anggota UE di Dewan untuk mengambil keputusan cepat terkait tiga negara ini,” kata Juncker.

Perdana Menteri Georgia Irakly Garibashvili mengatakan keputusan itu merupakan “pengakuan atas komitmen Georgian pada nilai-nilai Eropa.”

Bagi kebanyakan rakyat Georgia dan Ukraina, perjalanan bebas visa ke Eropa akan menjadi satu-satunya keuntungan nyata yang diperoleh dari keputusan pemerintah bergabung ke dalam blok kerjasama Eropa itu, sebuah keputusan yang membuat murka Moskow.

Kebijakan bebas visa itu akan menjadi pil pahit bagi Rusia. Moskow selama bertahun-tahun berusaha membatasi kebijakan bebas visa UE hanya untuk para pengusaha besar.

Pembahasan liberalisasi visa tersebut sempat ditangguhkan tahun lalu, menyusul keterlibatan Rusia dalam konflik di Ukraina.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mendagri Denmark Bela Kebijakan Perlucutan Barang Berharga Milik Migran
Tulisan selanjutnya UNHCR: Semester Pertama 2015 Turki Negara Penampung Pengungsi Terbanyak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?