Hidayatullah.com—Puluhan ribu penduduk di dua daerah di dua provinsi di selatan Turki telah meninggalkan rumah mereka di tengah-tengah pertempuran baru antara pasukan pemerintah dengan militan Partai Pekerja Kurdi (PKK).
Sekitar 40.000 dari total 70.000 penduduk di Yusekova di Provinsi Hakkari telah mengungsi ke kota-kota lainnya, terutama ke pusat kota Hakkari atau daerah Van, sejak diberlakukannya jam malam tanggal 13 Maret. Penduduk di Nusaybin, Provinsi Mardin, juga mengungsi karena alasan yang sama. Menurut data resmi 50.000 warga dari total 90.000 penduduk Nusaybin telah mengungsi.
Sebelum melaksanakan operasi militer berskala besar, para pejabat meminta penduduk sipil agar meninggalkan rumah dan kota mereka untuk sementara, lapor Hurriyet Rabu (16/3/2016). Aparat keamanan kabarnya memburu 350 sampai 400 militan.
Kantor-kantor gubernur di Hakkari dan Van menawarkan bantuan kepada warga yang meninggalkan rumahnya.
Petugas dari Kementerian Keluarga sudah menjangkau 320 dari 558 keluarga yang telah meninggalkan Yusekova, lapor kantor berita resmi Anadolu.
“Kami telah menyiapkan rencana menyeluruh bagi keluarga-keluarga yang mengungsi. Sebagai bagian dari rencana ini, kami mempersiapkan tim dukungan psikososial yang terdiri dari 29 profesi, termasuk pekerja sosial, psikolog, sosiolog dan guru,” kata Mehmet Akif Bildrici, direktur Kementerian Keluarga wilayah Hakkari dalam pernyataan tertulisnya.
Menurut pengumuman militer tanggal 16 Maret 2016, sudah 28 militan PKK yang terbunuh dalam kurun waktu tiga hari.
Partai Pekerja Kurdi (PKK) merupakan gerakan separatis etnis Kurdi yang tinggal di Turki. Kelompok itu dinyatakan terlarang dan dicap sebagai kelompok teroris oleh pemerintah Turki. Amerika Serikat dan Uni Eopa juga menganggap PKK sebuah organisasi teror.*