Hidayatullah.com—Dewan Ulama Senior Al-Azhar hari Senin (9/12/2013) mengumumkan menerima pengunduran diri Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi.
Dilansir Ahram Online, lembaga ulama yang antara lain bertugas menjadi dewan penasihat Al-Azhar itu dalam pernyataannya mengatakan menggelar pemungutan suara guna meloloskan permohonan pengunduran diri tersebut. Imam Besar Al-Azhar Ahmad Al-Tayyib tidak ikut dalam pemungutan suara itu.
Dilansir Al-Arabiya, sekretaris jenderal dewan ulama itu Abbas Shouman, mengutip pernyataan Syeikh Al-Tayyib mengatakan, “Seorang imam yang fair sebaiknya tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan seperti itu atas orang yang menyerangnya secara personal, sehingga dia tidak terkesan seperti melakukan balas dendam.”
Dalam surat pengunduran dirinya pekan lalu, Dr Al-Qaradhawi menuding Syeikh Al-Tayyib “menyalahgunakan wewenang jabatannya untuk mendukung kudeta militer,” kutip AFP.
“Kami menunggu syeikh Al-Azhar untuk kembali ke jalan yang benar dan melepaskan diri dari keterkaitannya dengan rezim tirani,” kata Al-Qaradhawi dalam sebuah postingnya hari Senin. Kabar pertama mengenai pengunduran diri Al-Qaradhawi diketahui dari pernyataan di laman Facebook-nya.
Al-Qaradhawi, sekarang berusia 86 tahun, beberapa kali dipenjara pada era presiden Jamal Abdul Nasser tahun 1950-an. Dia pindah ke Qatar tahun 1961.
Al-Qaradhawi yang dulu aktif di organisasi Al-Ikhwan Al-Muslimun diketahui menolak dua kali tawaran menjadi pemimpin Al-Ikhwan, yaitu pada tahun 1976 dan 2004.*