Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Komoro Siap Tampung Penduduk Tanpa Kewarganegaraan di Kuwait

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Mei 2016 06:43 6:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Mei 2016 07:45
Bagikan
Bedoon (Bidoon) atau istilah untuk "warga ilegal" dimana aksws status kewarganegaraanya tidak sama dengan warga Kuwait
Bagikan

Hidayatullah.com—Negara kepulauan di Afrika Komoro telah mengatakan kesiapannya dalam mempertimbangkan untuk menerima ribuan orang yang kewarganegaraannya ditolak oleh negara Teluk Kuwait, sebuah harian melaporkan pada Senin.

“Jika isu ini diangkat secara resmi, kami siap untuk mendiskusikan hal tersebut,” jawab Menteri Hubungan Luar Komoro Abdulkarim Mohamed dikutip middleeasteye.net ketika ditanya apakah negaranya siap untuk menerima orang tanpa kewarganegaraan di Kuwait, yang dikenal sebagai bedoon (bidoon).

Komoro adalah kepulauan yang berada di sebelah timur Afrika dan berada di selat Mozambik yang terbentuk oleh aktivitas gunung berapi atau vulkanik.

“Iya, itu merupakan sesuatu yang kami siap lakukan jika secara resmi diminta oleh pemerintah Kuwait,” kata dia, dikutip oleh harian al-Anbaa.

Lebih dari 110.000 bidoon yang telah tinggal di Kuwait selama beberapa dekade meminta hak kewarganegaraan negara yang kaya minyak itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tetapi pemerintah mengatakan hanya 34.000 yang memenuhi syarat untuk menerima kewarganegaraan dan sisanya imigran ekonomi dari negara-negara tetangga atau keturunan mereka yang tidak memiliki klaim solid.

Pada November 2014, asisten wakil kementrian dalam negeri Mayor Jenderal Mazen al-Jarrah mengatakan para bidoon yang tidak diberi kewarganegaraan bisa mendapatkan tempat tinggal permanen jika mereka setuju untuk mengambil kewarganegaraan ekonomi (adalah kewarganegaraan bagi imigran yang berpindah ke suatu negara untuk meningkatkan mutu kehidupan)  Komoro.

Mereka yang menerima penawaran tersebut akan diberikan beberapa insentif, termasuk pendidikan dan perawatan kesehatan gratis, dan hak untuk bekerja, kata dia.

Komoro yang dikenal miskin terdiri dari tiga pulau di lepas pantai Afrika timur Samudera Hindia dengan populasi hanya 800.000 penduduk, hampir semuanya merupakan Muslim Sunni.

Meskipun negara tersebut jauh dari Timur Tengah dan Afrika Utara, negara itu merupakan anggota dari Liga Arab dan juga anggota Uni Afrika.

Beberapa tahun lalu, Komoro menawarkan ribuan bidoon kewarganegaraan Uni Emirat Arab seperti yang ditawarkan pada Kuwait baru-baru ini.  Bedoon (Bidoon) atau istilah untuk “warga ilegal” dimana akses status kewarganegaraanya dinilai tidak sama dengan warga Kuwait */Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikabedoonbidoonKewarganegaraanKomoro SiapKuwaitsunni
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemberontak Syiah al Houthi Puji Kiprah Hizbullah
Tulisan selanjutnya Konstitusi Negara Indonesia Harus Dijaga dari Perusakan Akidah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?