Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jumlah Ekstrimis Sayap Kanan dalam Militer Jerman Lebih Banyak dari Laporan Resmi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Maret 2019 07:01 7:01 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Maret 2019 08:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Anggota militer Jerman (Bundeswehr) yang terungkap dan dikeluarkan dari kedinasan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ternyata jumlahnya lebih banyak dari yang dilaporkan.

Dinas Kontraintelijen Jerman (MAD), yang bertanggung jawab menginvestigasi ekstrimisme dalam tubuh militer Jerman, mengakui bahwa pihaknya tidak melaporkan “jumlah sebenarnya” ke “pihak luar” maupun ke Bundestag, majelis rendah parlemen Jerman, lapor koran Der Spiegel seperti dilansir DW Sabtu (9/3/2019).

Dalam rapat tertutup dengan komite urusan dalam negeri Bundestag pada pertengahan Februari, seorang kepala departemen MAD mengatakan bahwa angka yang disebutkan hanya mencakup mereka yang “jelas dikenal sebagai ekstrimis sayap kanan,” lapor Der Spiegel.

MAD sebelumnya melaporkan bahwa 4 ekstrimis sayap kanan dikeluarkan dari militer pada tahun 2018, begitu pula dengan 3 prajurit yang diketahui sebagai ekstrimis Islam. Pada tahun 2017, enam ekstrimis didepak dari Bundeswehr.

Salah seorang anggota MAD mengatakan kepada Der Spiegel bahwa angka yang dilaporkan itu “dipangkas” dari jumlah sesungguhnya orang yang dikeluarkan dari Angkatan Bersenjata Jerman, yang sebernarnya juga mencakup orang yang dicurigai sebagai ekstrimis sayap kanan. Sejak 2013, ada “tambahan sekitar 10” tersangka dengan tindak tanduk ekstrimis setiap tahunnya yang diungkap dan dilaporkan ke komandan pasukan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

MAD sekarang sedang menyelidiki sekitar 450 tersangka kasus ekstrimis sayap kanan dalam tubuh militer Jerman, lapor Der Spiegel dan kantor berita DPA. Dari jumlah kasus itu, 64 merupakan tersangka anggota gerakan Identitarian, sementara 64 lain kemungkinan anggota Reichsbürger.

Menyusul diterbitkannya laporan Der Spiegel itu, sejumlah anggota parlemen dari partai oposisi mengkritik pemerintahan Kanselir Angela Merkel, dengan mengatakan bahwa Berlin seharusnya lebih terbuka dengan data tersebut.

Agnieszka Brugger, anggota parlemen dari oposisi Partai Hijau yang juga anggota komisi pertahanan, mendesak Kementerian Pertahanan agar menyerahkan laporan rutin tentang kasus-kasus tersebut disertai jumlah yang sebenarnya.

Kementerian Pertahanan menciptakan kesan bahwa “bahaya itu tidak ditangani secara serius ketika informasi hanya diberikan jika ada permintaan dan bahkan apa yang diserahkan tidak mencakup keseluruhan isinya,” kata Brugger kepada AFP.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setelah di Indonesia, Boeing 737 Max Jatuh di Ethiopia Semua Korban Tewas
Tulisan selanjutnya MUI Imbau DPRD DKI Jakarta Lepas Saham Bir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?