Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dr Anthony Fauci Dapat Hadiah $1 Juta dari Israel

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Februari 2021 10:34 10:34 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Februari 2021 10:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular yang menjadi pusat perhatian media dan publik selama pandemi Covid-19 merebak di Amerika Serikat, memenangkan hadiah $1 juta dari Dan David Prize karena dianggap “mempertahankan sains” dan mendorong pengembangan vaksin yang sekarang dipakai untuk mengatasi wabah Covid-19 di seluruh dunia.

Dan David Foundation yang bermarkas di Israel hari Senin (15/2/2021) menyatakan kepala penasihat medis pemerintahan Presiden Joe Biden itu sebagai salah satu dari tiga pemenang hadiah tersebut. Menurut yayasan itu, Dr Fauci telah membuktikan dirinya sebagai ilmuwan terkemuka yang diakui dalam riset HIV dan mengobatan AIDS, serta kerja kerasnya dalam mendorong pengembangan vaksin Covid-19.

Dalam pernyataannya, yayasan swasta itu tidak menyebut mantan Presiden Trump. Sebagaimana diketahui, Trump meremehkan pendekatan sains dalam penanganan pandemi coronavirus yang digaungkan Dr Fauci.

Anthony Fauci, 80, sepanjang karirnya bertugas melayani pemerintahan 7 presiden Amerika Serikat. Dia menjabat direktur National Institute of Allergy and Infections Diseases sejak 1984.

Dan David Prize, yang diadakan pada tahun 2000, memberikan hadiah $1 juta dalam tiga kategori setiap tahunnya atas kontribusi di masa lalu, sekarang dan masa depan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Fauci memenangkan hadiah tersebut atas pencapaiannya “di masa kini” dalam bidang kesehatan publik, kata yayasan tersebut seperti dilansir Associated Press.

Tahun ini, Professor Alison Bashford, Katharine Park dan Keith Wailoo, yang berkiprah di bidang sejarah dan pengobatan kesehatan, memenangkan hadiah untuk kategori “masa lalu”. Perintis terapi imun untuk pengobatan kanker, Prof Zelig Eshhar, DrCarl June dan Dr Steven Rosenberg memenangkan kategori “masa depan”.

Yayasan itu bermarkas di Universitas Tel Aviv, dimana sejumlah dana disediakan untuk berbagai program kemanusiaan dan ilmu sosial. Yayasan menyisihkan 10% dari uang hadiah untuk beasiswa.

Sejumlah nama terkenal pernah menerima hadiah Dan David Prize di antaranya mantan Wapres AS Al Gore, bekas PM Inggris Tony Blair, pemain selo Yo-yo Ma, novelis Margaret Atwood, pendiri Wikipedia Jimmy Wales, serta sineas Joel dan Ethan Coen.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19Dr Anthony Fauciisraelvaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Memblokir Vaksin COVID-19 yang Ditujukan ke Gaza
Tulisan selanjutnya penyuap kasus korupsi bansos Perihal Korupsi Bansos Covid-19, ICW Sampaikan Hal ini kepada Dewan Pengawas KPK

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?