Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Tahanan Guantanamo Alami Koma

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 September 2016 11:25 11:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 September 2016 11:25
Bagikan
Jihad Diyab ditahan di Guantanamo selama 12 tahun tanpa tuduhan apa pun
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan tahanan Amerika di kamp Guantanamo yang dimukimkan di Uruguay tapi menuntut bertemu dengan keluarganya berada dalam keadaan koma setelah melakukan mogok makan tiga minggu lebih, kata seorang petugas kesehatan kepada kantor berita AFP hari Rabu (14/09/2016) dikutip Worldbulletin.

Jihad Diyab, warga Suriah berumur 45 tahun itu telah keluar masuk rumah sakit di Montevideo sejak ia melancarkan mogok makan lebih dari tiga minggu lalu untuk mendesakkan tuntutannya agar diperbolehkan pulang ke Turki supaya bisa bersama keluarganya.

“Ia berada dalam keadaan koma ringan, dan kami memberinya cairan infus,” kata Dr Julia Galzerano, dokter yang ikut dalam tim medis membantu Diyab di apartemen tempat tinggalnya di ibukota Uruguay.

Galzarano mengatakan “koma ringan,” artinya Diyab tidak menderita gangguan syaraf dan kerja berbagai organ tubuhnya boleh dikatakan “hampir normal.”

Diyab berulang kali bentrok dengan otoritas di Uruguay sejak dimukimkan sebagai pengungsi hampir dua tahun lalu bersama lima mantan narapidana lainnya di Guantanamo.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Enam orang terlibat sengketa dengan pemerintah Uruguay atas penahanan dan tunjangan hidup. Diyab mengatakan Uruguay tak melakukan usaha maksimal untuk menyatukan kembali dirinya dengan keluarganya.

Juru bicara Komisi Hak Asasi Manusia dari Serikat Medis Uruguay yang merawat mantan tahanan ini mengatakan, Diyab meminta tidak dibawa ke rumah sakit.

Diyab ditahan di Guantanamo selama 12 tahun tanpa tuduhan dan dibebaskan tahun 2014 dari penjara militer AS di Kuba bersama dengan lima mantan tahanan lainnya, di bawah kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Mantan tahanan telah berulang kali menunjukkan keinginannya untuk meninggalkan Uruguay. Diyab pernah melarikan diri ke Venezuela, berusaha mencari bantuan untuk bersatu kembali dengan keluarganya di Turki, tetapi ia justeru dipenjara di markas polisi rahasia.

Diyab mengeluhkan, tidak bisa membantu keuangan keluarganya di Turki jika tinggal di Uruguay.

Wikileak: Tahanan Guantanamo Digantung Selama Interogasi

Diyab ditahan di Guantanamo selama 12 tahun tanpa tuduhan apa pun dan dikeluarkan dari penjara itu tahun 2014 bersama lima orang tahanan lainnya, dalam perjanjian khusus antara Amerika dan Uruguay.

Diyab sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa dia mogok makan selama sekitar 20 hari — dimulai ketika dia dipenjara di Venezuela — dan belum minum selama tiga hari.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Diyab JihadGuantanamoTahanan Guantanamoterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lanjutkan Reklamasi Teluk Jakarta, Luhut Dinilai Langgar Konstitusi
Tulisan selanjutnya Tokoh PAS Dr Haron Din Meninggal Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?