Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Tahan 2 Polisi Belgia karena Memberi Tumpangan Belasan Imigran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 September 2016 06:20 6:20 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 September 2016 06:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua polisi Belgia ditahan oleh sejawatnya dari Prancis setelah mereka kedapatan mengangkut 13 imigran ilegal dengan mobilnya.

Dilansir BBC Kamis (22/9/2016) kedua anggota kepolisian Belgia itu mengaku kasihan kepada para migran tersebut, yang ditemukan di sebuah lori di Belgia dan lantas menawarkan tumpangan menuju perbatasan.

Namun, mereka tersasar memasuki Prancis, di mana semuanya ditangkap dan diperiksa.

Insiden itu menyebabkan pertikaian diplomatik kedua negara dan Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve memanggil Duta Besar Belgia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pihak Prancis mengecam keras tindakan aparat Belgia tersebut yang dianggap “tidak sesuai dengan praktik normal yang sudah disepakati antara Prancis dan Belgia.”

Namun, seorang komisioner dari Kepolisian Ypres di Belgia, Georges Aeck, mengaku terkejut dengan reaksi Prancis. Pasalnya, kedua negara biasanya memiliki kerja sama erat di perbatasan.

“Kami tidak melakukannya untuk uang. Ini bukan human trafficking,” katanya kepada penyiaran Belgia RTBF. “Kami hanya memberi mereka pertolongan. Kami mengantar mereka tidak jauh ke arah yang mereka ingin tuju.”

Rangkaian kejadian aneh itu dimulai pada Selasa malam (20/9/2016), ketika polisi Prancis yang menggunakan mobil preman (bukan mobil polisi) memberhentikan kendaraan van polisi Belgia yang membawa ketiga belas migran itu, termasuk 3 anak-anak, di sisi wilayah Prancis di perbatasan Nieppe, barat laut Lille.

Para migran itu telah ditemukan sebelumnya pada hari itu dan diperintahkan untuk meninggalkan negara tersebut.

Namun, ketika anggota polisi Belgia itu menemukan para migran itu sedang berjalan kaki menuju perbatasan, mereka lantas menawarkan tumpangan dan secara tidak sengaja tersasar ke Prancis nekat Nieppe.

Kedua aparat Belgia itu diborgol, meskipun telah menyebutkan identitasnya, kata persatuan petugas kepolisian Belgia.

Vincent Gilles, pimpinan serikat anggota kepolisian Belgia, mengajukan protes karena kedua anggotanya itu diperlakukan seperti “tersangka kriminal” dan ditahan selama 4 jam tanpa diberikan akses pengacara hukum.

“Kasus seperti ini baru pertama kali terjadi, sebab kami memiliki hubungan baik dengan kolega-kolega Prancis kami. Kami terkadang melakukan kontrol bersama di perbatasan. Kami jadi agak terkejut,” kata Aeck.

“Petugas dari Belgia itu mengangkut para migran itu di mobil vannya karena tidak ingin membiarkan mereka berjalan kaki sepanjang jalan menuju perbatasan. Mereka menemani migran sampai perbatasan, ke arah yang mereka ingin tuju.”

Belasan migran itu akhirnya dibawa ke sebuah kantor polisi Prancis di kota Lille. Tiga bocah yang bersama mereka ditempatkan di tempat penampungan setempat dan orang-orang dewasa ditahan sambil menunggu pemeriksaan status.

Belgia beberapa bulan terakhir membuat pos pemeriksaan sementara di perbatasannya dengan Prancis, di tengah kekhawatiran pembersihan kamp pengungsi “Jungle” di Calais akan menyebabkan ribuan migran berbondong-bondong bergerak ke utara.

Calais, yang menjadi tempat persinggahan ribuan migran yang ingin menyeberang ke Inggris dari Prancis, terletak tidak jauh dari perbatasan Belgia, hanya sekitar satu jam berkendaraan motor.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Banjir Bandang Garut Masih Sangat Membutuhkan Bantuan
Tulisan selanjutnya Hari Perdamaian Internasional: Perdamaian di Patani Masih Jauh dari Harapan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?