Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Malaysia Ingin Banyak Penghafal Al-Quran Agar Negaranya Lahir Pemimpin Lebih Baik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juni 2017 09:53 9:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juni 2017 09:53
Bagikan
Wakil Perdana Menteri Malaysia Dr Ahmad Zahid
Bagikan

Hidayatullah.com–Wakil Perdana Menteri Malaysia Dr Ahmad Zahid Hamidi ingin golongan melek dan hafidz al-Quran didorong menjadi pemimpin dan tenaga kerja profesional seperti dokter dan insinyur, bukan hanya menjadi imam atau guru agama semata-mata.

Ia mengatakan, saat ini pemeritah Malaysia memiliki 200 dokter medis Islam dari kalangan hafidz dan hafidzah.

“Saya harap setelah ini kita memiliki pengacara, arsitek, insinyur dari kalangan huffadz (para penghafal al-Quran).

“Ini adalah penting bagi Malaysia melahirkan generasi yang mampu mengembangkan negara yang sejahtera, aman dan harmonis, berikutnya pencapaian serta pengampunan dari Allah,” katanya saat berbicara pada acara tahlil dan berbuka puasa di Sekolah Menengah Agama Al Ulum Alsyar”iyyah Bagan Datuk Senin, (12/06/2017) sebagaimana dikutip Kantor Harian Bernama.

Baca:  Mendagri Malaysia: Kebangkitan Islam akan Muncul dari Indonesia dan Malaysia

Sebelumnya ia pernah mengatakan, jika banyak lahir para penghafal al-Quran dan mereka menjadi tenaga profesional, suatu hari nanti Malaysia akan dipimpin oleh orang-orang yang lebih baik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kalau 125.000 huffadz sebagai tenaga kerja profesional insya-Allah huffadz menjadi Menteri Kabinet suatu hari nanti, dengan PM (Perdana Menteri) pun orang hafal al-Quran sehingga mereka memimpin kita dengan lebih baik,” katanya.

Ahmad Zahid mengatakan untuk merealisasikan menghasilkan lebih huffadz yang mampu menjadi tenaga kerja profesional negara, pemerintah akan berusaha memastikan Kebijakan Pendidikan Tahfiz Negara (DPTN) dapat dilaksanakan untuk mengkoordinasikan sistem pendidikan itu di negara ini.

Namun ia menegaskan pelaksanaan DPTN di seluruh negara harus mendapat persetujuan para Sultan dan Yang Dipertua Negeri seluruh negara karena agama Islam adalah di bawah yurisdiksi masing-masing.

Baca: Kekuatan Muslim Indonesia-Malaysia bisa Kembalikan Kegemilangan Islam

Ahmad Zahid yang juga Menteri Dalam Negeri menyarankan agar semua pengusaha pusat tahfiz terdaftar dengan Departemen Kemajuan Islam Malaysia untuk menciptakan lingkungan pengajaran dan pembelajaran yang lebih kondusif.

“Saya harap setiap ma’ahad tahfiz yang belum terdaftar harus terdaftar … bukan karena untuk mengenakan hukuman tetapi kita ingin memberikan bantuan.

“(Ini membuktikan) kepedulian pemerintah federal terhadap lembaga pendidikan agama dan pemerintah federal berkomitmen untuk membantu supaya Islam dapat ditingkatkan posisinya,” katanya.

Ahmad Zahid mengatakan penyeragaman terkait dengan aspek kesejahteraan murid termasuk tingkat keamanan, kesehatan, gizi dan bentuk hukuman di pusat tahfidz adalah perlu agar pemantauan dapat dilaksanakan secara menyeluruh.

“Insya-Allah saya akan pastikan Kebijakan Pendidikan Tahfiz Negara dilaksanakan sehingga ada koordinasi (dalam sistem pendidikan tahfiz) saya tak ingin ada pusat tahfiz terbakar tidak ada bantuan, saya tak ingin pusat tahfiz ada kasus bullying,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Ahmad Zahid  pernah mengatakan pemerintah Malaysia sedang menargetkan untuk melahirkan 125.000 huffadz (penghafal al-Quran) pada tahun 2050 melalui kebijakan Transformasi Nasional 2050 (TN50).

Pemerintah menargetkan untuk melahirkan 125.000 huffadz nasional 2050 melalui kebijakan Transformasi Nasional 2050 (TN50), kata Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi.

Dia mengatakan target itu adalah penting buat Malaysia untuk melahirkan sebuah generasi yang mampu mengembangkan sebuah negara yang sejahtera, aman, harmonis dan pencapaian serta pengampunan dari Allah.

Sehubungan itu, katanya huffadz yang telah dilahirkan perlu dibentuk menjadi pemimpin dan tenaga kerja profesional Negara.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya USB Berikan Beasiwa Bagi Lulusan Santri Tahfidz Qur’an Hidayatullah Bandung
Tulisan selanjutnya Mendikbud: Penghafal Al-Qur’an Tidak Sulit Masuk Perguruan Tinggi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Berita
12 Juli 2026 17:41
Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?