Hidayatullah.com—Total kasus kejahatan dengan latar belakang kebencian naik hampir 7 persen di Amerika pada tahun 2015, tetapi kasus dengan target warga Muslim meroket hingga 67 persen, menurut biro penyelidikan federal Amerika Serikat FBI.
Kasus kejahatan kebencian naik 6,8 persen tahun lalu, dengan jumlah keseluruhan kasus yang dilaporkan ke kepolisian mencapai 5.850, menurut FBI dalam laporan terbarunya Uniform Crime Report seperti dilansir RT Senin (14/11/2016). Pada tahun 2014 jumlahnya mencapai 5.479 kasus.
Data statistik menunjukkan, kasus kebencian terhadap kaum homoseksual naik 10 persen, orang berkulit hitam naik 7,6 persen dan terhadap orang berkulit putih naik hanya 3 persen.
Sering kali kasus kejahatan itu melibatkan pelaku dan korban lebih dari satu orang. Dari 5.850 kasus yang terjadi di tahun 2015 melibatkan 6.837 orang pelaku dan 7.121 korban.
Analisis FBI menunjukkan 56,9 persen kasus itu dimotivasi oleh kebencian rasial, etnisistas dan bias keturunan, sementara 19,8 persen disebabkan bias keagamaan.
Kasus kejahatan karena kebencian terhadap Muslim pada tahun 2014 mencapai 154, di tahun 2015 naik menjadi 257 kasus, menurut data FBI tersebut.
Sementara itu, kasus kebencian terhadap Yahudi masih tetap tinggi, dari 609 di tahun 2014 naik menjadi 664 kasus di tahun 2015.
Apapun motivasinya, kasus kejahatan karena kebencian itu menarget tiga kategori umum, yaitu orang, properti dan komunitas. Target orang paling banyak di antara ketiganya, mencapai 4.482 kasus. Dari kejahatan dengan target orang tersebut 41,3 persen dilakukan dengan cara intimidasi; 37,8 persen berupa serangan; 19,7 persen berupa serangan brutal. Sebanyak 0,7 persen kasus terdiri dari 18 kasus pembunuhan dan 13 kasus pemerkosaan.
Data FBI itu dikumpulkan dari laporan masuk yang diserahkan secara sukarela oleh 15.000 kantor penegak hukum. Pada tahun 2015, sebanyak 1.742 institusi melaporkan kasus kejahatan berlatar kebencian.
Kasus kejahatan jenis itu paling banyak terjadi di negara bagian California (837), New York (500), Massachussetts (411), New Jersey (330) dan Michigan (309). Negara bagian yang paling sedikit melaporkan kasus jenis itu adalah Arkansas (5), Iowa (6) dan Vermont (8).
Pelaku kejahatan jenis itu paling banyak adalah orang kulit putih (48,4 persen) dan kulit hitam (24,3 persen). Sebanyak 16,2 persen kasus tidak diketahui pelakunya dan 9,1 persen kasus dilakukan oleh kelompok orang.*