Hidayatullah.com—Petugas koroner wilayah Isle of Wight, Inggris, hari Jumat (16/12/2016) mengungkap bahwa tindakan seorang ayah yang dengan keji membunuh seorang putrinya dan anjing-anjing peliharaannya, sebelum membunuh dirinya sendiri, merupakan aksi balas dendam terhadap mantan istrinya.
Keziah Flux-Edmons gadis kecil berusia 6 tahun, ditemukan dalam kondisi basah kuyup di tempat tidur ibunya di rumahnya yang terletak di East Cowes pada Juni lalu. Anak perempuan itu mengenakan piyama kesukaannya dan diposisikan seolah-olah sedang memeluk mayat dua anjing terrier peliharaan keluarganya.
Ayahnya, Darren Flux-Edmons, ditemukan gantung diri di selasar dalam rumah. Kasus ini sedang diproses di pengadilan koroner menyusul penyelidikan perihal kematian bocah Keziah, lapor Euronews.
Koroner senior Caroline Sumeray mengatakan gadis cilik itu ditenggelamkan paksa di bak mandi. Diduga Darren juga yang menenggelamkan kedua anjingnya. Keziah dinyatakan meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit.
Nikki Flux-Edmons meninggalkan Darren, suaminya selama 12 tahun, pada bulan April. Di malam peristiwa pembunuhan-bunuh diri itu, Darren sedang tinggal di rumah ibunya tetapi masih rutin mengunjungi putri kecilnya. Dia yang merawat Keziah saat Nikki pergi bekerja.
Menurut sejumlah pernyataan yang dibacakan di persidangan, Darren mengirim pesan singkat kepada bekas istrinya itu. Bunyinya, “Kamu tidak menyisakan aku apa-apa, saya hanya akan meninggalkan untukmu kenangan saja.”
Menurut persidangan, pesan itu dikirim sekitar 25 menit setelah Nikki meninggalkan putrinya bersama ayahnya tersebut.
Sumeray menyimpulkan kematian Keziah adalah tindakan pelanggaran hukum (pembunuhan), tetapi “mimpi buruk” yang dialaminya “tak pernah terduga sebelumnya.”
“Habis sudah hidup saya. Saya tidak punya apa-apa lagi, seluruh hidup saya adalah Keziah,” kata Nikki. “Dia satu-satunya kesempatan bagi saya untuk memiliki anak. Saya melakukan semuanya untuk membuatnya bahagia dan (sekarang) saya tidak punya apa-apa lagi.”*