Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jasa Muammar Qadhafi di Negara Afrika

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 25 Maret 2011 02:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejumlah negara Afrika menggunakan nama Qadhafi untuk fasilitas dan lembaga pemerintahannya. Bukti bahwa Qadhafi bukan tokoh sembarangan.

Jalan, masjid dan gedung-gedung yang menggunakan nama pemimpin Libya itu menjadi bukti bahwa Muammar Qadhafi punya pengaruh besar di Afrika.

Bank Pembangunan Afrika bahkan mengatakan Libya menyimpan uang di bank tersebut sebanyak 260 juta Euro.

Emanuele Santi, penanggung jawab Bank Pembangunan Afrika untuk negara kawasan utara yakin, sementara ini kondisi itu tidak akan berubah.

“Libya adalah salah satu investor terpenting bagi bank kami. Menurut saya, Qadhafi tidak akan menarik uangnya dari Bank Pembangunan Afrika. Ia selalu menunjukkan solidaritas dengan benua Afrika dan karena itu ia tidak akan menarik uangnya. Kami juga tidak bermaksud untuk membekukannya,” kata Santi sebagaimana dilansir Deutsche Welle (24/3).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pakar memperkirakan, investasi Libya di banyak negara Afrika bernilai 6 milyar Euro. Perusahaan dan proyek besar tidak sabar menunggu suntikan dana baru dari negara kaya minyak itu. Seperti perusahaan telepon genggam Uganda, Telecom. Duapertiga sahamnya berada di tangan sebuah perusahaan investasi Libya dan hutang perusahaan tersebut sudah mencapai hampir 10 juta Dollar AS.

Menurut Helmut Asche, direktur Lembaga Penelitian Afrika di kota Leipzig, Jerman, perusahaan Afrika lainnya juga mengalami kesulitan serupa, “Bila perusahaan-perusahaan itu masih mengharapkan kucuran dana segar dari pemerintah Libya dan perusahaan investasinya, yang perlu dipertanyakan adalah, apakah uang itu akan sampai ke perusahaan tersebut.”

Tahun 2010 lalu Qadhafi, yang menyebut dirinya sebagai “Raja segala Raja di Afrika”, menjanjikan akan meningkatkan investasi bagi ekonomi Afrika.

Negara yang paling banyak menikmati keuntungan dari investasi Libya adalah Burkina Faso, yang terletak di barat Afrika. Di negara inilah Qadhafi memperluas infrastruktur dan membangun rumah sakit. Secara tradisional pemerintah Burkina Faso menjalin kemitraan erat dengan diktator Libya itu.

Mantan pemimpin koalisi oposisi Burkina Faso Hama Arba Diallo bahkan tidak dapat melontarkan kritik atas Qadhafi.

“Investasi besar seperti untuk universitas kami, dengan senang hati Muammar Qadhafi memberikan bantuan. Sementara pemerintah Burkina Faso tidak punya uang untuk membiayai universitasnya.Qadhafi tidak hanya melakukan investasi di Burkina Faso, akan tetapi, juga di negara-negara Afrika lainnya dan kita sangat berterima kasih. Apa yang terjadi di Libya saat ini, menjadi beban buat kita semua. Tidak ada negara di Afrika yang mendapat bantuan dana dari Qadhafi dan tidak berterima kasih padanya.”

Melihat kekompakan tersebut dan ketergantungannya pada Libya, tidak mengherankan Qadhafi hampir tidak pernah dikritik oleh negara Afrika lainnya.

Tetapi, menurut direktur Lembaga Penelitian Afrika Helmut Asche, negara-negara itu tidak dapat mengandalkan lagi dukungan dari negara Afrika Utara itu.

“Hasil uluran tangan Qadhafi tampak di seluruh Afrika. Pertanyaannya, jika terjadi pergantian kepemimpinan, apakah semuanya akan berjalan seperti semula.” *

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Pertanyakan Motif Negara Barat di Libya
Tulisan selanjutnya Sama ke Rusia, Abbas dan Netanyahu Beda Tujuan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?