Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Paca Pembakaran Dua Tentara, Turki Selidiki 10 Ribu Akun Medsos Terkait Terorisme

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Desember 2016 10:21 10:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Desember 2016 10:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pihak berwenang di Turki menyelidiki sebanyak 10.000 orang atas dugaan menggunakan sosial media mendukung terorisme, Kementerian Dalam Negeri mengatakan pada Sabtu (24/12/2016).

Turki menghadapi ancaman keamanan dari militan Kurdi dan kelompok kiri dan IS, telah memberhentikan 100.000 orang menyusul usaha kudeta militer pada Juli. Dikatakannya langkah-langkah itu perlu untuk mencabut dukungan dari akarnya atas usaha kudeta tersebut dan teroris lainnya.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan negara-negara Eropa telah menyatakan Presiden Tayyip Erdogan menggunakan keadaan darurat yang saat ini diberlakukan untuk membungkam kelompok-kelompok penentang. Sejak kudeta itu, lebih 150 media ditutup dan 140 wartawan ditahan.

Dalam enam bulan terakhir, pihak berwenang menahan 3.710 orang untuk dimintai keterangan, katanya. Sebanyak 1.656 di antara mereka telah ditangkap secara resmi dan 84 orang masih disidik.

Organisasi Bantuan Turki Produksi 65 Ribu Roti Jumbo Perhari untuk Pengungsi Suriah

Sisa 1.970 orang telah dibebaskan walaupun 1.203 di antara mereka masih dipantau, katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Akses ke situs sosial media seperti Twitter dan Facebook seperti biasanya diblok, khususnya setelah pengeboman atau serangan-serangan mematikan lainnya, menurut kelompok-kelompok pemantau internet.

Turki menolak bahwa pihaknya memblok internet, dan sebelumnya menyalahkan penggunaan medsos yang meningkat setelah kejadian-kejadian penting.

Kamis lalu dua tentara Turki dibakar hidup-hidup diduga dilakukan  kelompok ISIS di wilayah Aleppo, Suriah.

Video eksekusi yang dirilis kelompok ini diberi judul “The Cross Shield”. Video berdurasi 19 menit tersebut dirilis ISIS Kamis malam.

Aksi seperti ini pernah dilakukan kelompok ISIS terhadap pilot jet tempur Yordania, Letnan Muath al-Kaseasbeh, pada tahun 2015. Pihak berwenang Yordania kala itu mencoba untuk menegosiasikan pertukaran pilot dengan dua terpidana. Tapi, negosiasi rusak dan ISIS membakar hidup-hidup pilot tersebut.

Pemerintah Turki hingga Jumat (23/12/2016) belum mengomentari nasib kedua tentaranya yang dieksekusi ISIS.

Pihak berwenang Turki bertindak cepat dengan memblokir akses Twitter, Facebook dan YouTube sesaat setelah video eksekusi dua tentara Ankara itu dirilis ISIS.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:facebookISISpembakaran tentaraTurkitwitteryoutube
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasca Aksi 212, Gairah Persatuan Umat Islam Dirasakan Semakin Tinggi
Tulisan selanjutnya Ketua Komisi IX: Kebijakan Bebas Visa Perlu Ditinjau Ulang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?