Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aktivis dan Politikus Iran Meminta Maaf pada Rakyat Suriah Atas Genosida Pemerintahnya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Januari 2017 12:43 12:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Januari 2017 12:43
Bagikan
Gerakan kampanye #sorrysyiria di media sosial
Bagikan

Hidayatullah.com–Para aktivis Iran menandatangani petisi yang diselenggarakan oleh kampanye #sorrysyria atau “#عفوا_سوريا” dimana mereka menyatakan tidak bertanggungjawab dan berlepas diri dari kejahatan yang dilakukan oleh rezim  Iran di Suriah berupa  pembunuhan massal,  pengusiran penduduk yang mengakibatkan jutaan pengungsi tunawisma, pembaikotan yang menyebabkan kelaparan massal dan berbagai penghancuran dan penistaan kemanusiaan super sadis lainnya.

“Kami sangat malu dan amat menyesalkan berbagai derita rakyat Suriah yang benar-benar dizalimi dan terluka. Sudah bertahun-tahun dunia – baik dari Barat maupun dari Timur- menyerang Suriah yang seperti tidak punya tempat untuk berlindung,” demikian pernyataan para aktivis dalam tanda-tangan petisinya.

Para aktivis Iran itu juga menegaskan bahwa “sudah menjadi kewajiban kami untuk mengumumkan kepada dunia bahwa kami tidak bersalah dalam masalah ini, apa yang dilakukan negara kami berupa perang  membunuh-bunuhi ribuan rakyat Suriah secara massal demi mendukung rezim Basyar bukanlah pekerjaan kami sebagai rakyat Iran yang sama sekali tidak berperan apa- apa dalam menentukan sikap politik pemerintahan Iran terkait Suriah,” seperti dilansir oleh akhbar-alkhaleej, Jumat (30/12/2016).

Para aktivis mengutuk dengan sangat berbagai keputusan resmi pemerintah Iran yang mereka sebut sebagai bagian dari kezaliman besar dunia dan ketidakadilan global. Sebagaimana para aktivis juga meminta maaf dengan serius, seperti yang tercantum dalam teks petisi.

Aleppo, Kota Para Ulama Ahlus Sunnah yang akan jadi ‘Kota Syiah”?

Tercatat bahwa para aktivis gerakan #sorrysyiria mayoritasnya berasal dari oposisi reformis atau  dari “Gerakan Hijau” Iran yang pada September 2015 pernah meluncurkan kampanye -yang belum pernah terjadi sebelumnya -untuk mengutuk keterlibatan rezim Teheran dengan kejahatan rezim Bashar al Assad di Suriah, dan mencurahkan kemarahan mereka pada dukungan keuangan dan militer Iran yang diberikan kepada rezim tirani Suriah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada kampanye 2015 itu juga para aktivis mengecam dukungan dana dan militer yang diberikan Iran kepada rezim Basyar Al-Assad.

Pada kampanye #sorrysyiria ini juga ditegaskan “Bashar Al-Asad adalah diktator Suriah,  begitu juga dengan sekutu asing  yang ikut mendukung Bashar, termasuk Rusia dan Iran. Mereka dinilai biangkerok utama tragedi kemanusiaan yang memilukan yang terjadi di Suriah”.

Dalam pernyataannya, kampanye ini mengajak rakyat Iran untuk bersolidaritas dengan rakyat Suriah, dan menegaskan bahwa “sudah seharusnya rakyat Iran, para aktivis politik dan masyarakat sipil yang independen untuk menyatakan pandangan berbeda mereka demi mendukung tuntutan rakyat Suriah untuk mencapai perdamaian abadi, menjunjung tinggi martabat manusia dan  menjaga prinsip-prinsip hak asasi manusia”.

Dalam Tiga Hari, Sumbangan Warga Saudi untuk Suriah Tembus 780 Miliar

Pada penutup, #sorrysyiria menegaskan: “Kami ingin mengubah pendekatan terkait  kebijakan Iran di Suriah, dengan tetap memenuhi hak-hak rakyat Suriah dan sikap bertanggung jawab para pihak dalam menangani  masalah Suriah. Kami meminta untuk mengakhiri konflik brutal di negeri Suriah. Oleh karena itu dukungan militer dan dukungan keamanann serta dukungan dana Iran untuk rezim diktator Suriah harus segera diakhiri, dan penerimaan pemerintahan transisi tanpa Bashar al-Assad akan membuka jalan untuk menghentikan kekerasan di Suriah”.

Tercatat, sejak awal revolusi rakyat Suriah tahun 2011, Iran ikut campur dalam mendukung – secara militer- rezim Bashar Al-Asad. Kemudian Iran mengirim sejumlah besar ‘mesin-mesin pembunuh’ berupa tentara bayaran yang diambil dari milisi Syiah dari berbagai Negara,  termasuk para pengungsi dari Afganistan, selanjutnya mengirim Garda Revolusi Iran (IRGC), pasukan paramiliter “Basij” Iran, plus milisi-milisi Syiah Hizbullah Lebanon yang merupakan ujung tombak Bashar al Asaad di lapangan dalam perang melawan rakyat Suriah.*/Kivlein Muhammad

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#sorrysyriaAktivis Iranbashar al asaadGenosida di Suriahmilisi SYiahpembantaian di SuriahpetisiRakyat Suriahrezim Iran di Suriahsuriahsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Myanmar Ancam Ambil Tindakan Jika Flotila Malaysia Jadi Masuk Negaranya
Tulisan selanjutnya Muhasabah Awal Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?