Hidayatullah.com–Menindaklanjuti kerja sama dalam Konferensi Warga Palestina di Turki, Kedutaan Besar Palestina di Turki menunaikan janji untuk memberikan paspor pada sekitar 500 pengungsi Palestina yang datang dari Suriah ke Turki pada semester pertama bulan Maret 2017 dan membebaskan mereka dari biaya keuangan yang dibutuhkan.
Ketua Konferensi Warga Palestina di Turki, Mohammed Msheinesh, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan salah satu hasil dari konferensi yang diselenggarakan di Istanbul pada 4 September 2016 terkait kerja sama dengan pejabat Palestina dan institusi-institusi sipil di Turki, khususnya Kedubes Palestina.
Msheinesh berterima kasih kepada Duta Besar Palestina di Turki Fayed Mustafa atas usahanya yang gigih, serta itikad baiknya dalam melayani para pengungsi Palestina di Turki. Msheinesh menyatakan apresiasinya atas upaya-upaya yang dilakukan oleh Kedubes Palestina dan Konsulat terkait paspor tersebut, serta berjanji kepada para pengungsi Palestina di Turki akan terus bekerja demi meringankan penderitaan mereka.
Baca: Presiden Turki Tawarkan Kewarganegaraan Pengungsi Suriah
Ratusan paspor Palestina gratis diberikan kepada para pengungsi Palestina yang datang dari Suriah setelah diselenggarakannya Konferensi Warga Palestina di Turki pada 2016.
Berbagai upaya masih terus dilakukan untuk membebaskan seluruh pengungsi Palestina dari biaya yang diperlukan untuk memperoleh paspor Palestina, sebagaimana dikutip Sahabat Al-Aqsha.
Diperkirakan ada sekitar 250 ribu pengungsi Palestina terpaksa meninggalkan kamp pengungsian mereka di Suriah karena perang yang terjadi di negara tersebut. Sebelum konflik, sekitar 600 ribu pengungsi Palestina tinggal di Suriah.
Para pengungsi Palestina asal Suriah –khususnya di Kilis, Rihaniyya, Urfa, Amber Mrash, Nezb, Mersin, dan Antioch—mengalami kesulitan hidup.
Tahun 2014 Pemerintah Turki melalui Duta Besar Palestina untuk Turki, Nabil Maroof pernah menyetujui izin tinggal untuk warga Palestina yang melarikan diri dari Suriah.
Tahun 2016, sejumlah pengungsi Palestina yang terisolasi di perbatasan Turki – Suriah meminta presiden Turki Recep Tayeb Erdogan memberikan izin masuk ke Turki karena mereka berada di tempat berbahaya dan terisolasi. Sementara situasi hidup amat dan anak-anak mereka membutuhkan pendidikan, pengobatan dan perawatan.
Salah satu kesuliatan yang dihadapi mereka adalah masalah undang-undang yang tak membolehkan warga Palestina masuk ke Turki kecuali dengan visa. Padahal, kebanyakan mereka masuk ke Turki dengan cara melarikan diri.
Warga Palestina dari Suriah ini sempat mendapatkan kartu khusus kelemek yang dikeluarkan oleh dinas keamanan, namu belakangan banyaknya teror bom prosedur izin tinggal menjadi makin ketat.
Sebagian warga Palestina dari Suriah ini ada yang berimigrasi ke Eropa dengan menumpang perahu dengan menembus Yunani, namun resikonya ada yang tewas tenggelam.*/MR Utama