Hidayatullah.com—Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan bahwa dalam waktu dekat Turki tidak akan menjadi anggota Uni Eropa.
Dilansir AFP, hari Rabu (13/9/2017) Juncker mengatakan Ankara “semakin cepat bergerak menjauhi Uni Eropa.
Sikap pemerintah Turki saat ini yang membuat negara itu tidak akan menjadi anggota Uni Eropa dalam waktu dekat, kata salah satu pucuk pimpinan blok kerjasama ekonomi terbesar dunia itu di markas besarnya di Brussels, Belgia.
“Negara-negara yang tidak mampu berdemokrasi, tidak layak bagi Eropa,” sindir Juncker, yang ditujukan kepada Turki, Polandia dan Hungaria. Kedua negara terakhir belum lama ini menolak pembagian kuota penampungan migran dan pengungsi yang beberapa tahun terakhir membanjiri Eropa. Sementara Turki, sejak percobaan kudeta Juli 2016, semakin gencar melakukan penangkapan terhadap orang-orang yang dianggap menentang dan tidak sepaham dengan pemerintah Ankara yang saat ini dikuasai AKP.*