Hidayatullah.com–Duta Besar Turki untuk Addis Ababa, Fatih Ulusoy, mengatakan bahwa dalam waktu dekat Turki berencana untuk membuka kedutaan besar Turki di Burundi, Republik Afrika Tengah, Guinea Khatulistiwa, Liberia dan Sierra Leone.
Faih Ulusoy mengadakan sebuah konferensi di University of Addis Ababa mengenai keberadaan dan aktivitas Turki di benua tersebut, kutip Anadolu Agency.
Sejumlah besar akademisi dan mahasiswa berpartisipasi dalam konferensi tersebut.
Ulusoy memperingatkan bahwa Turki adalah mitra strategis Uni Afrika sejak 2008, dengan mengklaim bahwa jumlah kedutaan besar kedutaan di benua tersebut akan meningkat menjadi 44 dengan rencana untuk dibuka di 5 negara.
Kedubes AS dijadwalkan dibuka di lima negara seperti Burundi, Republik Afrika Tengah, Equatorial Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Tujuan kami adalah untuk memiliki perwakilan di 50 negara di Afrika, “kata Ulusoy.
Baca: Turki hari Sabtu Buka Akademi Akademi Militer Terbesar di Somalia
Ulusoy menyatakan bahwa selama 20 tahun terakhir, lebih dari 10.000 siswa Afrika belajar dengan beasiswa Turki, dia mengundang siswa Etiopia untuk mendaftarkan beasiswa Turki dan belajar di Turki.
Ulusoy menunjukkan bahwa total perdagangan antara Turki dan negara-negara Afrika mencapai $ 16,7 miliar, dia menegaskan bahwa Turki akan terus meningkatkan kerjasama ekonomi mereka dengan negara-negara di benua ini.
Ulusoy menegaskan bahwa hubungan antara Ethiopia dan Turki memiliki hubungan bilateral yang stabil dan telah membuka kedutaan di Addis Ababa, dia juga melaporkan bahwa kunjungan para pemimpin kedua negara dan kesepakatan yang ditandatangani telah mencapai puncak.
Turki menancapkan pengaruhnya di Negara Afrika. Pemerintahan Presiden Tayyip Erdogan telah menjadi sekutu dekat pemerintah Somalia dalam beberapa tahun terakhir.
Baca: Erdogan Kirim Kapal Bantuan ke Somalia, Bangun Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan
Bulan lalu, Turki membuka pangkalan militer terbesarnya di Ibu Kota Somalia. Keberadaan pangkalan militer ini memperkuat hubungan Turki dengan negara Muslim yang bergejolak namun strategis dan membangun kehadiran di Afrika Timur.
“Lebih dari 10.000 tentara Somalia akan dilatih oleh perwira Turki di markas tersebut,” kata seorang pejabat senior Turki jelang sebuah upacara di Mogadishu yang dihadiri oleh kepala staf militer Turki Hulusi Akar.
Pembukaan basis yang dibangun dengan biaya USD50 juta itu memberi sinyal hubungan erat Turki dengan negara di Tanduk Afrika itu seperti kembali ke Kekaisaran Ottoman, namun
Pada upacara pembukaan pada hari Sabtu, Perdana Menteri Somalia Hassan Ali Khaire mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Turki karena telah membuka sekolah pelatihan dan menyebut Turki telah membantu pemerintah “merekonstruksi” kekuatan nasionalnya.*/Nashirul Haq AR