Hidayatullah.com—Jet tempur Arab Saudi hari Senin (04/12/2017) membom kediaman presiden di Yaman dalam usaha memburu menanggapi pemberontak Syiah al Houthi yang membunuh mantan presiden Ali Abdullah Salleh.
Jet tempur Saudi setidaknya melakukan 29 serangan udara di provinsi Sana’a, beberapa jam setelah pemberontak Syiah al Houthi melepaskan sebuah rudal balistik ke Ibu Kota Saudi, Riyadh, demikian kutip Aljazeera.
Seorang warga mengatakan kepada Aljazeera bahwa bom ditembakkan di beberapa lingkungan pada hari Ahad, menargetkan sebuah panggung di alun-alun al-Sabeen, yang digunakan pemberontak Syoah al Houthi untuk parade militer, di dekat istana kepresidenan Yaman, markas keamanan nasional dan kementerian dalam negeri.
Kantor berita Saba yang dikelola al Houthi melaporkan lebih dari 15 serangan udara di Sana’a dan 14 lainnya di distrik Sinhan dan Bani Bahloul.
Baca: Mantan Presiden Yaman Saleh Tewas Dibunuh Syiah al Houthi
Televisi al-Masirah Yaman menyatakan, jet tempur Arab Saudi empat kali membombardir istana kepresidenan Yaman dan sekitarnya.
Sana’a dalam beberapa hari terakhir menjadi ajang bentrokan antara milisi bersenjata pro Ali Abdullah Saleh, mantan presiden dan militer serta pasukan yang berafiliasi dengan pemberontak Syiah al Houthi dukungan Iran.
Beberapa jam sebelumnya, militer Saudi mengkonfirmasi berhasil mencegat sebuah rudal balistik yang ditembakkan pemberontak al Houthi dari wilayah Yaman.
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman Kolonel Turki Al-Maliki, Saudi mencegat rudal balistik dengan Rudal Patriot dan meledak di daerah “tak berpenghuni” di sebelah timur Bandara Internasional Khalid Riyadh.
“Kami akan terus menargetkan Houthi dan rudal mereka yang disponsori Iran,” ujar Al Maliki.
Pemberontak Syiah al Houthi – pemberontak dukungan Iran yang menguasai Provinsi Sa’ada, ibu kota Sana’a, serta bagian-bagian lain dari Yaman tengah – mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal tersebut, dan berjanji akan menargetkan ibu kota negara-negara Arab yang sedang membom negara tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan Aljazeera awal bulan ini, Mohammed Abdul Salam, seorang juru bicara pemberontak Syiah al Houthi, mengancam akan meningkatkan operasi di perbatasan Yaman-Saudi dan menargetkan jauh di dalam kerajaan.
Baca: Arab Saudi Berhasil Gagalkan Serangan Rudal Pemberontak al Houthi
Sebelumnya, Ali Abdullah Saleh hari Senin (04/12/2017) dilaporkan terbunuh saat menunuju Provinsi Marib dari Sana’a oleh tembakan sniper pemberontak Syiah.
“Kematian Ali berarti Arab Saudi dan sekutunya tidak memiliki batasan, mereka akan melakukan segala kemungkinan untuk melenyapkan pemberontak al Houthi,” kata Peter Salisbury, analis Middle East Economic Digest (MEED).
Perang di Yaman telah mengorbankan dan melukai sekitar 14.000 korban. Perang yang dimulai ketika milisi pemberontak Syiah menduduki Istana Yaman kini menyebabkan sebanyak 1 juta Yaman menderita wabah kolera epidemi dan 3 juta lebih menjadi pengungsi.*