Hidayatullah.com—Anak-anak di Prancis akan memulai masa sekolah lebih dini pada usia 3 tahun dan bukan lagi enam tahun, demikian menurut kebijakan baru yang ditetapkan Presiden Emmanuel Macron.
Perubahan ini akan menjadikan Prancis sebagai salah satu negara Eropa yang mewajibkan anak masuk sekolah dalam usia sangat dini.
Namun, kebijakan tersebut hanya akan mempengaruhi sebagian kecil anak, karena mayoritas keluarga di Prancis sudah memilih menyekolahkan anak-anaknya sejak usia 3 tahun. Menurut data pemerintah, hanya 2,4% anak yang tidak dimasukkan sekolah pada usia tiga tahun.
Macron mengatakan perubahan itu dimaksudkan untuk mengurangi ketidaksetaraan dalam pendidikan, sebab orangtua di daerah-daerah yang lebih miskin dan di teritori Prancis di luar negeri cenderung tidak menyekolahkan anaknya sejak usia dini.
Di Paris, 93% anak usia tiga tahun sudah disekolahkan, tetapi angka itu jauh lebih rendah di sejumlah teritori Prancis di seberang lautan, menurut Le Monde.
“Saya harap dengan kewajiban ini, mulai awal tahun ajaran 2019, kita dapat … mengoreksi perbedaan yang tidak dapat diterima ini,” kata Macron dalam konferensi pers hari Selasa (27/3/2018) seperti dilansir BBC. Macron menyebut perubahan ini sebagai momen penting dalam sistem pendidikan Prancis.
Ada banyak perdebatan perihal kapan seharusnya anak memulai pendidikan formal.
Sebuah hasil studi yang diterbitkan tahun 2015 mendapati bahwa anak-anak yang memulai sekolah lebih tua cenderung kurang tak acuh atau kurang hiperaktif di kelas, atau dengan kata lain lebih fokus belajar.
Finlandia, Polandia dan Estonia, tiga negara Eropa yang paling sukses di bidang akademik, mewajibkan anak-anak sekolah sejak usia 7 tahun. Akan tetapi, di negara-negara itu, anak-anak kebanyakan sudah lebih dulu dimasukkan ke taman kanak-kanak di mana mereka belajar sambil bermain. Jumlah siswa di kelas juga umumnya lebih sedikit.
Berikut usia sekolah di sejumlah negara Eropa.
Empat: Irlandia Utara.
Lima: Siprus, England (Inggris), Malta, Skotlandia (Inggris), Wales (Inggris).
Enam: Austria, Belgia, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Republik Irlandia, Italia, Liechtenstein, Luxembourg, Belanda, Norwegia, Portugal, Rumania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swiss, Turki.
Tujuh: Bulgaria, Estonia, Finlandia, Latvia, Lithuania, Polandia, Serbia, Swedia.*