Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim di Myanmar Mulai Diberi Kewarganegaraan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 23 September 2014 20:05 8:05 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 23 September 2014 20:05
Bagikan
Penduduk Rohingya yang mendapat perlakuan kekerasan dari warga Myanmar.
Bagikan

Hidayatullah.com–Myanmar pada hari Senin (22/9/2014) memberikan kewarganegaraan kepada 209 Muslim yang mengungsi akibat kekerasan sektarian, sebagai tahap pertama dari proyek bertujuan untuk menentukan status dari sekitar satu juta Muslim Rohingya yang mengklaim kewarganegaraannya ditolak di masa lalu.

Muslim Rohingya merupakan minoritas yang hidup dalam kondisi tersingkirkan di wilayah barat negara bagian Rakhine. Untuk bepergian keluar dari desa, atau bahkan dari tempat pengungsiannya setelah terjadinya pertikaian mematikan dengan etnis Buddha sejak 2012, harus membutuhkan izin. Saat ini hampir 140.000 orang masih berada di tempat pengungsian.

Pemerintah dan banyak orang di negara mayoritas beragama Buddha itu menyebut mereka sebagai “Bengali”, istilah yang menyiratkan mereka imigran ilegal dari Bangladesh, meskipun keluarga Rohingya telah tinggal di daerah itu selama beberapa generasi.

Pejabat dari Kementerian Imigrasi Myanmar mengatakan kepada Reuters bahwa 1.094 Muslim ambil bagian dalam proses verifikasi percontohan di kamp-kamp pengungsian di Myebon, yang berjarak sekitar 51 km dari ibukota negara bagian, Sittwe. Tempat itu hanya dapat diakses dengan perahu.

Mayoritas 209 yang menerima kewarganegaraan adalah penduduk muslim suku Kaman yang merupakan minoritas. Beberapa lainnya juga ada dari Rohingya. Para pejabat tersebut tidak dapat menjelaskan mengapa pemberian kewarganegaraan paling banyak diberikan pada orang Kaman, bukan kepada Rohingya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Aung Win, pemimpin komunitas Rohingya di Sittwe, mengatakan, banyak yang menolak ikut ambil bagian dalam proses verifikasi karena mereka tidak ingin dimasukkan dalam daftar identitas sebagai Bengali, seperti yang dipersyaratkan oleh otoritas.

Pembela hak-hak asasi manusia mengatakan, Rohingya harus diizinkan untuk memilih sebagaimana yang diinginkannya. Namun pihak lainnya mengatakan, proses verifikasi kewarganegaraan itu lebih penting guna memecahkan kewarganegaraan mereka, dibandingkan apa yang dikhawatirkan orang-orang Rohingya tersebut.

Banyak Rohingya saat ini secara efektif tidak memiliki kewarganegaraan karena mereka tidak diakui sebagai warga negara oleh Myanmar atau oleh tetangganya, Bangladesh.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:myanmarRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dr. M. Kholid Muslih: Syiah di Berbagai Negara Berpotensi Memberontak
Tulisan selanjutnya Dr. Said Faudah: Saya Guru Ilmu Kalam, Tapi Saya Bukan Atheis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Berita
3 September 2026 10:23
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?