Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bos AirAsia Minta Maaf Dukung Najib Razak, Mengklaim Dapat Tekanan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Mei 2018 11:08 11:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Mei 2018 11:08
Bagikan
Tony Fernandes bersama Najib Razak.
Bagikan

Hidayatullah.com—Harga saham AirAsia Group Bhd melorot 10 persen hari Senin (14/5/2018) pada sesi perdagangan di bursa saham sejak Malaysia menggelar pemilu, dan setelah Tony Fernandes meminta maaf karena mendukung Najib Razak dalam pemilu tersebut.

AirAsia memiliki beberapa maskapai penerbangan di berbagai negara Asia, tetapi pasar di Malaysia –tempat kelahiran dan markas besarnya– memberikan sumbangan paling banyak terhadap pundi-pundi perusahaan.

Dua hari menjelang pemilu yang digelar hari Rabu (9/5/2018), Fernandes merilis rekaman video di mana dirinya memuji-muji Najib dan memuji dukungan pemerintahannya terhadap maskapai penerbangan berongkos murah yang didirikannya. Menyusul kemudian di hari yang sama, Najib memajang foto dirinya dan Fernandes sedang berdiri di depan sebuah pesawat AirAsia yang dicat dengan slogan kampanye koalisi Najib, lapor Reuters.

“Saya meminta maaf atas apa yang telah terjadi. Saya tunduk pada momen penting dalam sejarah kita,” kata Fernandes dalam rekaman video yang dirilis hari Ahad (13/5/2018). “Itu tidak benar dan saya akan menyesalinya selamanya.”

Fernandes mengatakan bahwa video yang diunggahnya itu untuk “mengademkan hati” pemerintahan Najib, yang kelabakan karena menghadapi pemilu. Fernandes mengaku mendapatkan tekanan karena dia menambah jumlah penerbangan dan memberikan diskon harga tiket di hari pemyelenggaraan pemilu, dan karena dia menolak memecat seorang pejabat AirAsia, Rafidah Aziz, yang memberikan dukungan kepada Mahathir.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Seiring dengan popularitas Rafidah yang meningkat, tekanan itu semakin bertambah. Semakin lama semakin keras dan sulit untuk menahan tekanan dari kantor perdana menteri,” kata Fernandes.

Harga tiket murah yang diberikan AirAsia memudahkan peluang warga Malaysia pendukung Mahathir untuk pulang kampung dan memberikan suaranya. Oleh karena itu, pemerintah Najib pun semakin menekan dirinya, imbuh Fernandes.

“Dalam 24 jam, kami dipanggil oleh regulator Komisi Penerbangan Malaysia dan disuruh membatalkan semua penerbangan itu. Hal tersebut menjadikan kami berada dalam tekanan yang teramat keras,” kata Fernandes, seraya mengatakan bahwa perusahaannya menambah 120 penerbangan.

Sementara itu, pihak Komisi Penerbangan Malaysia dalam pernyataan di websitenya menganggap klaim Fernandes sebagai “tuduhan serius” dan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Uji Coba Kapal Induk Pertama Buatan Dalam Negeri
Tulisan selanjutnya Dua Bom Lagi di Surabaya, Satu Sasar Mapolrestabes, ini Kata Kapolri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?